Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Mencari dan Menemukan Kristus Yesus Sang Gembala Baik (Yer 23:1-6; Ef 2:13-18; Mrk 6:30-34)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Setiap kelompok pasti punya pemimpin yang bertugas untuk mengarahkan seluruh anggotanya sampai pada tujuan yang diharapkan bersama. Misalnya seorang presiden, tugasnya adalah mewakili rakyatnya bila berhadapan dengan pempimpin dari bangsa lain, menjadi pengatur dan penanggungjawab pertama dan utama bagi seluruh rakyatnya. Dia juga harus tahu apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya, seperti keamanan, sandang pangan kehidupan yang layak, dan sebagainya. Inilah tugas seorang presiden selaku gembala atau pemimpin suatu negara. Bila pemimpin baik dan mampu mensejahterakan rakyatnya, maka rakyat pun akan bahagia dan senang terhadap pemimpinnya. Bila tidak, maka rakyat akan menderita dan mungkin akan mengutuki pemimpinnya. Intinya, kualitas dari anggota-anggota akan sangat ditentukan oleh para pemimpinnya.
Nabi Yeremia dalam bacaan pertama menubuatkan bahwa Allah adalah Gembala Agung, yang akan menggembalakan seluruh kawanan domba yang tercerai-berai. Dan Dia mencela para gembala yang tidak memperhatikan domba-domba yang dipercayakan kepada mereka. Sebagai Gembala Agung, Allah tidak akan membiarkan satu pun dari domba-domba itu tercerai berai atau terpisah daripada-Nya. Dan itu ditunjukkan dengan janji bahwa akan tiba saatnya Israel memperoleh keselamatan dari Tunas Adil yang akan memerintah dengan kebijaksaan, keadilan dan kebenaran. Pada masa-Nyalah bangsa Yehuda akan dibebaskan dan Israel akan hidup dengan tenteram. Tunas Adil inilah yang akan memulihkan keadaan seluruh domba yang tercerai berai serta mengumpulkan mereka ke kandang yang telah disiapkan-Nya bagi mereka.
Puncak janji keselamatan Allah untuk memberikan penolong, penghibur dan Gembala bagi umat-Nya nyata dalam diri Yesus Kristus. Kristus adalah kepenuhan janji Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Dia datang sebagai Gembala Agung yang akan menyelamatkan umat-Nya dan membimbing mereka ke padang rumput yang hijau dan sumber air yang segar. Dan itu ditunjukkan oleh Yesus dalam seluruh karya dan pelayanan-Nya mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini. “Hati Yesus tergerak oleh belaskasihan terhadap umat-Nya yang seolah-olah tidak mempunya gembala”. Orang banyak yang mencari-cari Yesus diidentikkan sebagai yang tidak mempunyai arah tujuan hidup yang jelas, terombang-ambing dan hidup dalam ketidakpastian. Tetapi kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka menjadi sesuatu yang sangat berarti sebab Yesus tahu dan mengerti situasi umat-Nya. Dan Dia pun memberikan keselamatan dan kehidupan abadi bagi mereka yang mencari-Nya.
Yesus dalam injil hadir sebagai Gembala Baik yang mengajar umat-Nya dengan cinta kasih dan memperhatikan mereka. Dia sungguh-sungguh tahu apa yang dibutuhkan umat-Nya. Gambaran orang banyak yang mencari Yesus menunjukkan bahwa mereka membutuhkan sosok pempimpin atau gembala yang dapat melayani kebutuhan dan kerinduan batin mereka. Orang banyak haus akan pelayanan dan penggembalaan Yesus sekalipun mereka telah dilayani Yesus sebelumnya. Mereka tidak pernah berhenti mencari sampai akhirnya menemukan Yesus untuk memuaskan kerinduan mereka.
Keunggulan Yesus sebagai sebagai Gembala yang Baik ditunjukkan dengan ungkapan dalam injil: “Hati Yesus tergerak oleh belaskasihan.” Yesus tidak sanggup melihat umat yang terus menerus mencari diri-Nya. Dia tahu bahwa umat-Nya sedang mendambakan seorang penyelamat dan gembala yang akan memimpin serta menuntun mereka dalam perjalanan hidup setiap harinya. Yesus tidak lagi memperhatikan keadaan diri-Nya sendiri meskipun Dia dan para murid-Nya lelah sebab hampir tidak ada waktu bagi mereka untuk istirahat dari pekerjaan. Tetapi sebagai Gembala yang Baik, Yesus menunjukkan belaskasihan dan kerahiman Allah yang tak terperikan supaya umat-Nya selamat.
Kristus Yesus adalah Gembala Agung yang senantiasa memperhatikan dan mengerti keadaan umat-Nya. Persoalannya sekarang adalah sering umat beriman tidak mau mencari Dia, Gembala Agung dan sumber keselamatan itu. Banyak orang lebih memilih untuk mengandalkan diri dengan bersekutu dengan dunia ini untuk mencari kepuasan batinnya sendiri. Banyak orang beranggapan bahwa harta, popularitas, dan kebahagiaan di dunia ini merupakan jaminan kebahagiaan di surga. Akibatnya segala hal yang berhubungan dengan Allah ditinggalkan. Banyak orang menomorduakan hidup beragama dan relasi dengan Allah dengan lebih mengutamakan pencarian dan kepuasan terhadap hal-hal yang sifatnya duniawi semata. Mereka lupa bahwa hal yang paling utama yang merupakan sumber dan asal seluruh kepuasan jasmani di dunia ini ada pada Kristus. Apakah kita juga berbuat demikian?
Bagi kita orang beriman, Kristus harus menjadi yang pertama dan utama dalam hidup kita. Dialah damai sejahtera kita yang akan mengumpulkan kita yang jauh dari Allah dan memperdamaikan kita dengan diri-Nya serta merobohkan tembok pemisah, yakni permusuhan. Dialah yang akan menghantar kita ke padang rumput yang hijau dan sumber air yang menyegarkan. Dan Dia akan memenuhi segala kebutuhan hidup kita setiap saat serta memuaskan kerinduan kita akan Allah. Dialah Gembala Agung yang akan menggembalakan kita serta memberikan kepuasan dalam seluruh perjalanan hidup kita baik di dunia ini maupun di masa yang akan datang. Mari kita senantiasa mencari Dia sampai akhirnya kita memperoleh kerahiman dan belaskasihan daripada-Nya. Semoga pencarian kita akan Kristus sungguh-sungguh mendatangkan keselamatan bagi kita. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting