Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

RENUNGAN

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS

RAJA SEMESTA ALAM



Engkau Inikah Raja Orang Yahudi?

Bac.I: Dan. 7:13-14, Bac. II: Why. 1:5-8, Injil Yoh. 18: 33b-37

Berbicara tentang raja sudah tak asing ditelinga kita. Di dalam sebuah Negara, jika dipimpin dengan seorang raja maka kepadanya akan diberi penghormatan sedalam-dalamnya. Di daerah batak, setiap orang mendapat predikat sebagai raja, entah sebagai anak ni raja atau boru ni raja. Hal ini hendak menjelaskan adanya suatu kebudayaan yang harus saling menghormati satu dengan yang lain. Demikianlah sebutan raja yang diberikan kepada Yesus.

Bacaan pertama dari Kitab Daniel sudah menubuatkan bahwa seorang anak manusia telah datang kepada seorang Yang Lanjut Usianya dan diberi kepadaNya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Siapakah anak manusia itu? Anak manusia itu dijelaskan dalam kitab Wahyu yakni Dialah Yesus Kristus, saksi yang setia yang pertama bangkit dari antara orang mati dan berkuasa atas raja-raja bumi ini. Kerajaan Yesus sungguh nyata dalam seluruh hidupnya. Meskipun demikian kerajaan Yesus itu masih dipertanyakan oleh bangsa Yahudi dalam zamannya. Karena itu, Pilatus bertanya, Engkau inikah raja orang Yahudi? Pertanyaan ini rasanya menggambarkan akan siapa Yesus dimata orang Yahudi?

Kita bisa mendalami perikop ini, Engkau inikah raja orang Yahudi? Pertanyaan ini megingatkan kita pengalaman hidup kita. Ketika kita mempertanyakan sesuatu dalam pengalaman hidup kita, disana terlukiskan adanya suatu kebenaran yang telah kita pegang. Tetapi sadar tidak sadar ketika kita mempertanyakan itu, sebenarnya kebenaran itu sudah ada dalam diri kita hanya kita perlu menyakinkan diri. Demikianlah yang dilakukan oleh Pilatus dengan mengatakan, Engkau inikah raja orang Yahudi? Karena itu kita tidak perlu heran apa jawaban Yesus sesudahnya. Engkau sendiri mengatakannya. Jawaban ini kiranya sudah menjelaskan diri Yesus kepada khalayak ramai. Namun karena segelintir orang yang membenci Yesus mengkondisikan supaya kerajaan Yesus itu ditolak oleh semua orang.

Kebencian kaum farisi dan ahli taurat telah memenangkan pengingkaran kerajaan Yesus dimuka bumi. Namun Yesus jelas-jelas mengatakan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini. Karena itu, nyatalah bahwa Yesus sungguh meraja bukan saja hanya kepada bangsa Yahudi tetapi raja bagi segala bangsa, suku dan bahasa sebagaimana dijelaskan dalam nubuat Daniel.

Bila kita menilik sedikit pengalaman kehidupan kita, pengalaman membenci seseorang kadang menutup mata kita untuk tidak mengakui pribadi orang lain yang mempunyai kebaikan. Kita menggambarkan yang kita benci itu dengan tuduhan-tuduhan kejahatan. Bahkan kalau orang mulai menyangkal tuduhan kita, kita berjuang menyakinkan dengan mengorek semua hal yang buruk dari pribadi tersebut sampai ia yakin bahwa apa yang kita yakini itu diakuinya. Jadi dalam arti tertentu kita juga sering bersikap seperti orang farisi dan ahli taurat. Untuk itu, kita juga mesti belajar  banyak dari Yesus bahwa ia yang adalah raja tetap rendah hati meskpin ia mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya.

Kita yang telah menerima baptisan, telah diangkat menjadi anak-anak Allah, berarti juga kita adalah anak-anak raja. Sebagai anak raja harus bersikap layaknya sebagai anak Allah. Sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus meskipun Dia ditolak sebagai raja oleh dunia ini, tetapi ia tetap rendah hati. Karena kerendahan hati inilah, setiap orang yang membenci Yesus mencoba menghapus kerajaan Yesus di dunia ini, namun semakin ia berjuang menghapusnya semakin nyata kerajaan Yesus. Semua itu karena Yesus sungguh menyatakan dirinya sebagai raja yang penuh cinta. Raja yang meraja dengan cinta. Kita pun yang diangkat sebagai raja hendaknya berlaku seperti raja yang menanamkan cinta. Dengan demikian apa yang kita ukir di dunia ini takkan dapat dihapus oleh siapa pun karena cinta itu adalah abadi.

Semoga renungan ini dapat membantu kita untuk mengakui Yesus sebagai raja dan semua orang yang dibabtis menjadi anak Allah berarti juga mejadi anak raja. Dengan  demikian kita pun memberi hormat satu dengan yang lain layaknya sebagai anak raja karena kita dilahirkan telah menjadi anak raja. Semoga amin.  
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting