Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

KRISTUS HERI, KRISTUS HODIE, KRISTUS SEMPER (Dan 7:13-14; Why 1:5-8; Yoh 18:33b-37)

D. Michael A. Aritonang OFMCap
 “Ho do rajakku, Sipaluai. Sahat tu surgo ahu, binahen ni mudarMi. Ho do rajakku, na manobus ahu. Ndang be mabiar ahu, tu hamateani”. (Engkaulah raja Penyelamatku. Aku dapat sampai ke surga, karena darah-Mu. Engkaulah raja Penebusku. Aku tidak takut lagi terhadap kematian.) Lagu Batak Toba ini merupakan suatu penyerahan diri secara total kepada Yesus, satu-satunya raja dan penyelamat. Bila sungguh dimengerti dengan baik, lagu ini akan memberi arti yang sejalan dengan maksud penulis Injil Yohanes pada hari ini. Pertanyaan Pilatus kepada Yesus: “Engkaukah raja orang Yahudi?” tidak serta merta dijawab oleh Yesus dengan kata “Ya” atau “Tidak”. Tetapi Yesus malah memberi suatu pertanyaan baru kepada Pilatus: “Dari hatimukah mengatakan hal itu, atau ada orang lain yang mengatakannya kepadamu?” Pertanyaan ini sebenarnya mau mempertegas, atas dasar apa Pilatus menanyakan hal itu kepada Yesus. Kalau seandainya Pilatus menanyakan hal itu dari dirinya sendiri, maka, pastilah dia telah mengenal siapa Yesus. Akan tetapi, bila hal itu didengarnya dari orang lain, maka dapat dipastikan bahwa Pilatus hanya ingin mencari informasi tentang siapa Yesus sebenarnya.
Yesus memang mengakui diri-Nya sebagai raja di hadapan Pilatus. Akan tetapi ditegaskan-Nya pula bahwa Kerajaan-Nya tidak berasal dari dunia ini, melainkan di Surga. Kerajaan di dunia ini identik dengan kerajaan yang penuh dengan isu politik, pertikaian, kekerasan dan sebagainya. Tetapi Kerajaan Yesus yang ada di surga adalah kerajaan kasih, kerajaan yang penuh damai dan kehidupan baru. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Jika kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan supaya Aku jangan diserahkan kepada orang-orang Yahudi.” Di sini, Yesus sekaligus mau menegaskan bahwa diri-Nya berbeda dengan raja-raja bumi ini, di mana rakyat akan selalu berusaha melindungi raja mereka. Karena Kerajaan Yesus adalah kerajaan kasih, maka Yesus pun merelakan diri-Nya menjadi kurban bagi keselamatan manusia, umat-Nya.
Kristus Yesus adalah Raja Semesta Alam. Dia adalah saksi pertama kebangkitan, yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini. Tak ada raja seagung dan semulia Kristus. Dalam segala hal, Kerajaan Kristus di surga tak dapat dibandingkan dengan kerajaan manapun di bumi ini. Kerajaan-kerajaan bumi ini dan para rajanya bersifat sementara saja dan hidup mereka terbatas pada umur tertentu saja. Meskipun raja-raja di bumi ini ditinggikan dan disembah oleh rakyatnya sedemikian rupa, namun pujian dan pengagungan itu tak mungkin dapat mengimbangi kerajaan Kristus yang ada di surga. Kita bisa lihat itu dari sejarah para raja yang dulu pernah ada dan memerintah kerajaan tertentu. Mereka semua pada waktunya mati dan kerajaan mereka pun diambilalih oleh orang lain. Kerajaan di bumi ini tak pernah abadi, hanya bersifat sementara saja.
Kita orang Kristen harus bersyukur bahwa kita mempunyai Kristus Tuhan sebagai raja dan penyelamat. Hanya orang-orang Kristen sajalah yang mempunyai Allah sedemikian dekat dengan umat-Nya, tinggal di tengah-tengah umat-Nya. Dialah Kristus Yesus, Tuhan Raja Semesta Alam. Kerajaan Kristus tidak berasal dari dunia ini, tidak juga diberikan dunia ini kepada-Nya. Tetapi kerajaan-Nya ada di surga, diberikan Bapa kepada-Nya dan karena itu sifatnya kekal untuk selama-lamanya. Tak seorang pun yang dapat memperoleh makhota sebagai raja seperti yang telah dimiliki oleh Yesus sendiri. Kerajaan-Nya tetap ada dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Kerajaan Yesus adalah kerajaan kasih, kerajaan yang penuh damai dan kebaikan. Sebagai raja, Yesus tinggal dekat dengan umat manusia. Bahkan Dia rela menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Meskipun Dia adalah raja, Dia rela meninggalkan Takhta-Nya untuk membuktikan kasih-Nya kepada manusia. Dia tak menyayangkan diri-Nya sendiri supaya manusia dapat selamat. Raja manakah yang mampu berbuat demikian? Hanya Kristus sendiri. Raja manakah yang mau berkorban sedemikian besar, menderita dengan sangat hebat, bahkan wafat di kayu salib?
Biasanya para raja akan selalu dilindungi oleh rakyatnya supaya jangan sampai raja tersebut menderita atau jatuh ke tangan musuh. Tetapi itulah Kristus, raja kita, Raja Semesta Alam. Kasih-Nya kepada manusia membuktikan bahwa Dia adalah Raja yang kekal abadi, raja segala raja. Dia adalah Alfa dan Omega. Dan karena kasih-Nya itulah kita tetap hidup hingga saat ini. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh bersyukur karena mempunyai Kristus sebagai raja kita. Dia adalah teladan bagi kita yang mampu memberikan kehidupan kepada umat-Nya. Mari kita menyembah Kristus Raja kita dan mengagungkan Dia, sekarang dan sampai selama-lamanya. Hidup Kristus Sang Raja Semesta Alam. Kristus Heri, Kristus Hodie, Kristus Semper. Amen.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting