Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

UTUSLAH ROH-MU YA TUHAN, DAN JADI BARULAH SELURUH MUKA BUMI (Kis 2:1-11; Gal 5:16-25; Yoh 15:26-27;16:12-15)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Hari Raya Pentakosta merupakan perayaan hari turunnya Roh Kudus atas para rasul telah memberikan daya istimewa kepada para rasul supaya mampu mewartakan karya keselamatan Allah kepada semua orang dan segala bangsa di muka bumi ini. Hari Raya Pentakosta ini sekaligus mengakhiri lingkaran Paskah yang dirayakan dalam liturgi Gereja selama 50 hari. Setelah Perayaan Ekaristi selesai, lilin Paskah dipadamkan dan disimpan dengan hormat di kapel pembaptisan atau di sakristi. Dalam perayaan pembaptisan, lilin paskah dapat dinyalakan dan hendaknya lilin para baptisan baru dinyalakan dari lilin paskah. Kehadiran Roh Kudus merupakan kehadiran dalam rangka pelayanan bagi karya keselamatan Allah dalam Kristus. Maka, kita patut berseru: “Datanglah ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu dan baharuilah seluruh muka bumi.”
Yohanes dalam bacaan Injil hari ini mengetengahkan janji Kristus untuk mengutus Roh Kudus, Roh Penghibur yang akan menuntun dan membimbing para murid dalam pewartaan Injil ke seluruh dunia. Yesus menekankan bahwa Roh Kudus yang akan diutus-Nya itu akan berkata-kata dalam kebenaran dan akan memberitahukan segala sesuatu tentang hal yang akan datang (eskatologis). Dia (Roh Kudus) menjadi jaminan kebenaran dan keotentikan seluruh pengajaran Yesus selama masa di dunia ini. Dan Roh Kudus itu pula-lah yang akan mengajarkan kebenaran itu kepada para murid agar mereka mampu mewartakannya kepada segala bangsa dan seluruh penjuru bumi. Sebab segala sesuatu yang diterima-Nya dari Kristus, itu jugalah yang akan diberitakan kepada para murid. Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para murid dengan tujuan supaya para murid tidak kehilangan pengharapan setelah Dia kembali kepada Bapa-Nya. Janji inilah yang kemudian menguatkan para murid untuk mewartakan Injil sehingga mereka dengan berani tetap menantikan saat kedatangan Roh Kudus itu tiba.
Kehadiran Roh Kudus menjadi tanda nyata kehadiran Kristus dalam pewartaan para murid. Roh Kudus menjadi Roh Pemersatu, yang akan mempersatukan para rasul dalam pengajaran dan pelayanan mereka. Kepada mereka diberikan karunia yang berbeda-beda, ada yang dapat bernubuat dan ada juga yang dapat membuat mukjizat. Tetapi semuanya berasal dari Roh yang satu dan sama, yakni Roh yang diberikan oleh Kristus sendiri. Rasul Paulus berkata: “Sebab sama seperti tubuh itu adalah satu dan anggota-anggotanya banyak dan sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Dengan demikian, tak seorang pun dari mereka yang dapat bersaksi tentang Yesus jikalau Roh Kudus tidak menyatakannya kepada mereka.
Saat ini, Gereja Kudus merayakan Hari Raya Pentakosta sebagai hari turunnya Roh Kudus yang memberi daya kekuatan dan hidup yang menyertai Gereja dalam peziarahannya di bumi ini. Gereja kudus menjadi sarana yang menghadirkan Roh Kudus di tengah-tengah umat beriman. Hal itu nyata dalam semua perayaan liturgi dan sakramen-sakramen Gereja, khususnya dalam Sakramen Baptis dan Sakramen Krisma. Roh Kudus itu sendiri berasal dari Roh Bapa dan Putra. Maka, semua orang yang telah menerima karunia Roh Kudus, diutus untuk menjadi pewarta keselamatan kepada semua orang di segala penjuru bumi. Dalam Gereja Katolik, kehadiran Roh Kudus itu disimbolkan dengan air, pengurapan, api, awan dan cahaya, meterai, penumpangan tangan, jari dan merpati (KGK no. 694-701). Lambang-lambang ini mau menandakan bahwa sejak awal dan sampai selama-lamanya, Roh Kudus yang satu dan sama akan tetap ada dan menyertai semua orang yang percaya kepada-Nya.
Sebagai umat yang telah menerima pembaptisan dan pencurahan Roh Kudus, kita mendapat tugas untuk menjadi sarana keselamatan bagi semua orang yang hilang dan tersesat. Kita semua harus berani menjadi saksi atas kebangkitan Kristus yang memberikan Roh Kudus kepada kita. Roh Kudus akan menjadi daya kekuatan yang akan menguatkan kita di kala susah; menghibur di kala sedih dan terluka; cahaya (terang) di dalam kegelapan; tiang penopang di kala jatuh dan terpuruk; sumber inspirasi dan pengharapan di saat putus asa dan kehilangan arah; serta mempersatukan yang tercerai berai. Namun, kekuatan Roh Kudus yang ada pada kita, mesti kita bagikan juga kepada orang lain dan tidak boleh hanya tinggal pada diri kita sendiri. Kita harus mampu membawa perdamaian di kala ada permusuhan dan pertikaian; penghibur di kala ada yang sedang mengalami kesusahan; pemersatu di kala terjadi perpecahan; pembawa terang di kala ada kegelapan; pembawa pengharapan di kala ada orang yang sedang putus asa; penegak kebenaran di kala orang mulai berpaling dari kebenaran.
Namun, sering kita kurang menyadari kekuatan dan kehadiran Roh Kudus dalam perjalanan hidup kita. Atau bahkan kita sengaja melupakan atau menyangkal keberadaan-Nya. Akibatnya, kita pun sering merasa terpuruk dan akhirnya kehilangan arah serta pengharapan. Rasul Paulus mengingatkan kita untuk tetap hidup dalam Roh Kristus, yakni Roh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri; bukan hidup menurut keinginan daging, yakni keinginan yang berasal dari si jahat. Ketika kita hidup menurut daging, maka kita pun akan binasa karenanya sebab yang kita andalkan adalah iblis bukannya Allah. Padahal, hanya Allah yang dapat memberikan segala sesuatu kepada kita. Karena itulah Paulus berkata: “Tidak ada hukum yang menentang buah-buah Roh. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan segala keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Perintah ini mau menegaskan bahwa sebagai pengikut Kristus, hal yang paling penting dilakukan adalah hidup sesuai dengan perintah-Nya dan membiarkan diri sepenuhnya dibimbing oleh-Nya supaya seluruh hidup kita sempurna di dalam-Nya.
Kita sering lemah dan hidup menurut keinginan daging yang mematikan. Oleh karena itu, mari kita mohonkan kekuatan dan penyertaan Roh Kudus dalam hidup kita setiap hari supaya kita mampu bertindak dan menghayati panggilan kita sebagai orang Kristiani. Yakinlah, bahwa kekuatan Roh Kudus sungguh sangat besar perananya dalam kehidupan kita, asalkan kita mau dibimbing oleh-Nya. Dia akan tetap menemani dan menyertai serta menguatkan kita setiap saat, asal kita mau meletakkan semua beban dan pengharapan kita kepada-Nya. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting