Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Berkat Paskah Kepada Keluarga

Berkat Paskah Kepada Keluarga
Oleh. Fr. Marselinus Limbong, OFMCap


Suatu kebiasaan baik, bahwa gereja katolik melihat berkat paskah tidak hanya diterima didalam gereja, tetapi harus sampai kepada keluarga-keluarga. Hal itu senada juga dengan tema sinode kita (Keuskupan Agung Medan) yang memfokuskan pada pembinaan kepada keluarga-keluarga. Selama masa pra paskah dengan segala tindakan nyata seperti amal, puasa berpantang menggambarkan kerinduan kita akan kegembiraan yang kita nantikan yakni paskah, kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus, yang membawa kita kepada keselamatan abadi di Surga kelak. Berkat ini pertama-tama diberikan kepada para murid. Ketika para murid berkumpul di suatu ruangan, Yesus datang menjumpai mereka. Yesus menyapa para murid dengan mengatakan: Damai sejahtera bagi kamu. Tentu hal ini hendak menjelaskan kepada kita bahwa berkat yang sama juga hendaknya kita nantikan di tengah keluarga kita. 

Yesus menjumpai Para Murid di suatu ruangan, atau suatu rumah, dimana para murid berkumpul bersama dan berdoa bersama. Semangat yang sama ingin dinyatakan kepada keluarga-keluarga. Pastor yang adalah pribadi Yesus yang nampak datang mengunjungi keluarga-keluarga. Disana pastor akan mengatakan hal yang sama yakni berkat Tuhan untuk keluarga. Kunjungan pastor kepada keluarga sebagai bentuk semangat Yesus mengunjungi para murid dan menyampaikan berkat Tuhan kepada segenap anggota keluarga. 

Mengikuti amanat Kristus, dan salah satu tugas penggembalaan yang utama, para pastor hendaknya rajin mengunjungi keluarga-keluarga dan menyampaikan damai Kristus kepada mereka. Sebab kepada para muridnya, Yesus berpesan, kalau engkau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini. Atas dasar ini, para pastor diharapkan untuk dapat mengunjungi keluarga-keluarga yang ada diparoki terutama pada masa paskah. 
Karena upacara pemberkatan keluarga dirumah masing masing menyangkut sebuah keluarga, maka kehadiran anggota keluarga sangat dituntut atau diharapkan. Berkat paskah ini dan sekaligus ada perecikan rumah ini tidak boleh dilakukan tanpa kehadiran para anggota keluarga (suami-istri dan anak-anak).

Dibeberapa tempat, pastor melihat bahwa tindakan pastoral ini yakni menyampaikan berkat paskah dan sekaligus rumah direciki belum dipahami secara mendalam. Beberapa umat hanya menginginkan rumahnya saja diberkati sehingga kunci rumah dititipkan atau ditaruh pada suatu tempat, pas giliran rumahnya, tuan rumah hanya memberi pesan kepada ketua lingkungan dimana diletakkan kunci rumah. Pemahaman seperti ini keliru. Karena penerimaan berkat ini pertama-tama dimaksudkan bukan perecikan rumah tetapi memberkati dan berdoa bersama anggota keluarga seperti Yesus yang menjumpai para muridnya di dalam rumah. Yesus tidak datang ke rumah yang kosong melainkan tempat dimana para murid berkumpul. 

Berkat paskah disampaikan terutama kepada anggota keluarga (suami istri dan anak-anak). Karena itu, sangat diharapkan bahwa ketika pastor datang mengunjungi rumah kita dan hendak memberkatinya, maka semua anggota keluarga diharapkan turut hadir dirumah. Sekiranya hal itu tidak dimungkinkan karena satu dua hal, anggota keluarga tidak bisa lengkap maka siapa saja yang pun sebagai perwakilan harus ada didalam rumah itu. Artinya, rumah yang akan dikunjungi pastor harus ada anggota keluarga yang dijumpai. 

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting