Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

TINGGAL DALAM YESUS DAN MENGHASILKAN BUAH BERLIMPAH (Kis 9:26-31; 1Yoh 3:18-24; Yoh 15:1-8)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Setiap ranting pohon pasti akan menjadi kuat dan hidup bila tetap bersatu dengan pokoknya. Pokok itulah yang menjadi tempat ranting untuk mengambil makanan atau yang menjadikannya bertahan hidup dan menghasilkan buah. Oleh karena itu, bila ranting mulai memisahkan diri dari pokoknya, maka ranting tersebut dengan sendirinya akan mulai kering sehingga tidak ada gunanya lagi kecuali dibuang dan dibakar. Persatuan dengan pokok itulah yang menjadikan ranting itu bertumbuh dan berkembang sehingga seluruh pohon itu menjadi indah dan menjadi tempat berteduh bagi banyak makhluk. Semuanya itu bisa terjadi apabila pengusaha kebun anggur itu merawat dan memeliharanya dengan baik. Di samping itu, pohon anggur itu mesti mampu menerima segala hal yang baik yang telah diterima dari pengusahanya. Dengan cara demikianlah pokok anggur itu akan berbuah lebat dan manis serta disukai oleh banyak orang. Bila tidak, maka akan dibuang.
Pentingnya bersatu dengan pokok dijelaskan oleh Yesus dengan sangat indah melalui perumpamaan tentang pokok anggur. Yesus menyatakan diri sebagai pokok anggur yang benar dan Bapa adalah pengusahanya. Artinya, segala sesuatu yang dikerjakan oleh Yesus bersumber dari Bapa. Allah Bapa menjadi  yang pertama untuk semuanya dan yang juga mengusahakan pertumbuhan bagi pokok anggur itu. Tentu saja, sebagai pengusaha, Bapa pasti memberikan yang terbaik bagi pohon anggur itu supaya dapat menghasilkan buah berlimpah yang ranum dan manis. Perutusan Yesus ke dunia ini adalah untuk memperkenalkan pokok anggur itu kepada dunia (manusia). Sebagai pokok anggur, Yesus menjadi sumber kehidupan dan saluran keselamatan bagi seluruh dunia terutama kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Dia datang ke dunia ini untuk membawa kehidupan bagi setiap orang yang mau mendengarkan dan menerima pewartaan-Nya. Dan itu dibuktikan-Nya melalui ketaatan-Nya melaksanakan kehendak Bapa sejak peristiwa inkarnasi hingga sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Kebangkitan itu sendirilah yang akhirnya menjadi bukti nyata bahwa Dialah pokok anggur yang benar yang mendatangkan keselamatan bagi banyak orang.
Sebagai pokok anggur yang benar, Yesus menghendaki supaya setiap orang bersatu dengan Dia dan dengan demikian akan menghasilkan buah yang berlimpah. Yesus berkata: “Siapa yang tidak tinggal pada-Ku, tidak akan menghasilkan buah. Tetapi siapa yang tinggal bersama-Ku, akan berbuah banyak.” Kenyataan ini diibaratkan oleh Yesus dengan suatu ranting yang memisahkan diri dari pokoknya akan kering dan mati. Tetapi yang tetap bersama dengan Dia akan tetap hidup dan selamat. Artinya, Yesus sebagai pokok anggur memang akan memberikan kehidupan kehidupan dan keselamatan itu bagi semua manusia. Tetapi dari pihak manusia pun, dituntut satu hal yakni tinggal tetap dan bersatu dengan pokok itu. Pastilah Yesus tidak ingin ada manusia yang binasa. Karena itulah, Dia senantiasa mengajak semua manusia untuk datang kepada-Nya dan memperoleh kehidupan daripada-Nya. Dalam pokok anggur itulah, yakni Yesus sendiri, terdapat segala yang kita cari dan inginkan asal kita tetap bersatu dan percaya kepada-Nya.
Persatuan yang kokoh kuat dengan Yesus, pokok anggur yang benar, tampak nyata dalam kehidupan rasul Paulus. Sebelum pertobatannya, Paulus masih terpisah dari Yesus. Keterpisahan inilah yang membuat seluruh kehidupan awalnya menjadi rusak dan diwarnai dengan kejahatan dan penganiayaan terhadap para pengikut Kristus. Namun semuanya itu menjadi berubah tatkala Kristus yang bangkit menyentuhnya dan menyatakan diri kepadanya. Paulus akhirnya menjadi rasul Kristus yang sejati, yang sungguh-sungguh bersatu dengan Kristus, pokok imannya. Dan itu dibuktikannya melalui cara hidupnya sebagai pewarta injil yang ulung ke seluruh dunia. Persatuannya dengan Kristus membuat dia juga rela mengurbankan seluruh kepentingan pribadinya demi Kristus yang diimaninya. Karena itulah, penolakan, penganiayaan dan kejahatan lainnya dari para anti Kristus diterimanya sehingga melalui pewartaannya, kita juga dapat menerima Injil, yakni Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Inilah buah berlimpah yang telah diterima oleh Paulus sebagai konsekuensi dari persatuan-Nya dengan Kristus sumber kehidupan.
Kita sebagai orang Kristen harus sungguh mampu menunjukkan persatuan kita dengan Kristus pokok anggur yang benar. Kita semua diundang untuk tetap bersatu dengan-Nya supaya kita dapat menghasilkan buah berlimpah. Namun, persatuan dengan Kristus itu tidak dengan sendirinya akan menghasilkan buah. Kita juga mesti berusaha supaya kita tetap bersatu dengan Dia dan tak terpisah daripada-Nya. Caranya adalah dengan menghidupi dan melaksanakan Injil Kristus baik dalam keluarga, masyarakat maupun dalam Gereja. Injil Kristus harus senantiasa kita hidupi dan wartakan dalam kehidupan nyata setiap hari meskipun akan ada tantangan dan bahkan kematian. Tetapi sebagai pengikut Kristus yang sejati, kita harus berjuang dan menerima penderitaan itu sebagai rahmat dan satu-satunya jalan menuju keselamatan. Dan itulah juga yang ditunjukkan oleh Yesus melalui kurban Ekaristi. Di sana nyata bahwa Dialah satu-satunya sumber kehidupan. Dia rela mengurbankan serat membagi-bagi Tubuh-Nya sendiri demi keselamatan semua orang. Maka, setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita juga turut diundang untuk bertindak seperti Kristus yakni berani berkorban demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal itu akan tampak ketika kita mau dengan sukarela dan sukacita menanggung segala penderitaan hidup karena kita adalah pengikut Kristus; atau pada saat kita mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita; berbuat baik terhadap sesama; serta menghindari segala bentuk kejahatan duniawi. Itulah bentuk pelaksanaan perintah Allah yang sesungguhnya. Dengan cara demikianlah kita akan menghasilkan buah berlimpah yang juga dapat dinikmati oleh banyak orang. Dan tidak hanya itu saja. Yesus berkata: “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Itu berarti, persatuan dengan Kristus akan membuat kita semakin sempurna di hadapan-Nya dan memperoleh buah yang berlimpah. Yesus telah menjanjikan hal itu. Ketika kita mau bersatu dengan-Nya, apapun yang kita minta dari pada-Nya, akan kita peroleh. Intinya kita harus tetap percaya dan berharap serta menyerahkan segala sesuatu supaya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Kristuslah sumber kehidupan dan keselamatan. Maka, mampukah kita tetap bersatu dengan Dia dan menghasilkan buah berlimpah? Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting