Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

MENJALANI HIDUP DALAM SEMANGAT PERTOBATAN

Yohanes 1:6-8, 19-28.

Oleh Sdr. Henrik Payansius Jonan, OFMCap.

Bacaan Injil untuk minggu adven ketiga menampilkan Yohanes sebagai pemberi kesaksian tentang terang yang menerangi semua orang dan yang sedang datang ke dalam dunia. Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang dan terang yang sedang datang ke dalam dunia itu adalah Yesus Kristus, sang Sabda yang menjadi daging. Yohanes ditampilkan sebagai seorang yang berseru di padang Gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Terang itu. Terang itu adalah sang mesias yang akan datang. Yohanes sungguh mengakui kebesaran sang mesias yang akan datang itu. Karena itu ia menyerukan kepada orang Yahudi agar mempersiapan jalan bagi mesias dengan menyerukan pertobatan dengan maksud supaya orang sampai pada sikap percaya dan menyambut kedatangan Yesus sang mesias.

Orang Yahudi mengartikan mesias sebagai orang yang datang dari Allah, orang yang diurapi untuk membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan dan penindasan dari bangsa Roma. Mesias itu datang untuk menciptakan suasana damai di daerah Yerusalem. Di hadapan kebesaran mesias, bagi Yohanes, bersikap seperti budak pun tidak layak. Mesias itu diakui dan diamini kedatangannya oleh Yohanes sebagai seorang pribadi yang luar biasa.

Bagi orang Kristen, Mesias itu dikaitkan dengan Yesus yang mati untuk menghapus dosa manusia. Sikap Yohanes sebagai pewarta pertobatan ditunjukkan dengan tindakan mewartakan pertobatan dan hidup dalam pertobatan itu sendiri. Dia menyerukan pertobatan serentak juga hidup dalam pertobatan. Hidup dalam pertobatan berarti menunjukkan sikap merasa tidak layak menyambut dan berdiri di hadapan Tuhan karena menyadari dirinya berdosa.

Untuk kita umat Katolik, menunjukkan sikap merasa tidak layak menyambut Tuhan itu dapat diwujudkan dengan beberapa tindakan konkret. Kita datang mengakui Dosa kita di hadapanTuhan dengan datang kepada para imam untuk mengakukan dosa. Selanjutnya kita berhenti dari kebiasaan untuk bertindak negatif dan jahat dalam hidup. Kita harus berhenti dari sikap keseringan untuk berbohong dan harus merasa tidak bebas dan tertekan bila kita mengulangi dosa yang sama. Kita harus menjauhkan diri dari kebiasaan untuk terlibat dalam merancang perbuatan dosa. Kita harus bebas dari pikiran, sebuah rencana yang dapat mencelakakan orang lain.

Tetapi sebaliknya, hidup kita sebagai orang kristen harus dipenuhi dengan cinta kasih perbuatan baik, kedamaian dan keadilan. Dengan itu kita telah mempersiapkan diri kita untuk layak menyambut Yesus sang mesias yang akan datang. Mari kita membarui kembali semangat tobat kita di hadapan Tuhan. Mari kita mewartakan pertobatan dan hidup bahagia di dalam pertobatan. Karena Yesus Kristus  yang akan datang ke dunia akan membawa sukacita dalam diri kita orang-orang yang bertobat.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting