Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

KELAHIRAN YESUS SANG JURUSELAMAT (Yes 9:1-6; Tit 2:11-14; Luk 2:1-14)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
“Hari ini telah lahir bagimu Sang Juruselamat, yaitu Yesus Kristus Tuhan di kota Daud”. Inilah inti permenungan yang diberitakan dalam bacaan-bacaan malam Natal ini. Semua orang yang percaya kepada Allah diajak dan diarahkan pada sukacita surgawi sebab Sang Juruselamat telah lahir di tengah-tengah dunia. Dia datang untuk menyelamatkan semua orang yang tertindas, yang lemah dan yang putus asa. Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan dan tongkat kekuasaan tidak akan diambil daripada-Nya. Dia adalah Immanuel, Allah beserta kita. Kelahiran-Nya ke dunia mau menunjukkan bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya. Berita ini telah diwartakan oleh nabi Yesaya dalam bacaan pertama, bahwa bangsa yang berjalan dalam kegelapan akan melihat Terang yang besar yang akan menyinari kegelapan mereka. Semua orang akan bersorak-sorai karena-Nya. dan beban penderitaan pun akan diambil dari pundak umat-Nya.
Kelahiran Immanuel dan rencana keselamatan Allah yang dinubuatkan Yesaya dalam Perjanjian Lama, sekarang telah terpenuhi melalui kelahiran Yesus dari rahim Perawan Maria. Akan tetapi mengapa Yesus harus lahir di kandang ternak yang kotor dan menjijikkan itu? Apakah maksud Allah melakukan hal yang demikian? Bagaimanakah kita harus memahami atau memaknai kelahiran Yesus ke dunia ini? Untuk mengerti misteri Allah ini, kita terlebih dahulu harus mengerti tiga hal berikut.
Pertama, Yesus lahir di kandang yang hina. Kandang binatang di tempat kita sangat berbeda dengan kandang yang ada di Palestina. Di sana, kandang binatang biasanya di sebuah gua supaya terlindung dari badai, salju, dan serangan binatang buas. Kandang itu tempat yang sangat kotor, hina, jijik dan membuat kita enggan untuk pergi ke sana sebab di tempat itulah binatang mengeluarkan segala kotorannya, makan, tidur dan sebagainya. Kandang binatang dengan segala kekotorannya adalah dunia ini. Dunia adalah tempat segala makhluk tinggal dan penuh kekotoran, kejahatan, pembunuhan dan kecemaran. Dunia manusia penuh dengan dosa dan manusia hidup dalam perhambaan dosa. Yesus harus lahir ke dunia yang penuh dosa dan kejahatan ini dengan tujuan untuk membersihkan segala dosa dan kejahatan dunia. Karena itu, Yesus  harus menjadi sama dengan manusia dan lahir di tengah-tengah dunia yang berdosa supaya dunia tahu bahwa Dia adalah Sang Juruselamat. Memang bisa saja Allah membuat mukjizat, tetapi bila dengan cara itu, dunia tidak dapat melihat kemuliaan-Nya dan tidak akan mengikuti-Nya.
Kedua, ketika lahir, Yesus dibungkus dengan lampin dan diletakkan di dalam palungan. Pertanyaannya adalah, mengapa Yesus tidak dilahirkan di dalam sebuah istana atau rumah supaya dia dapat dibaringkan di tempat yang pantas dan hangat? Mengapa harus diletakkan di palungan? Seperti kita ketahui bersama, palungan adalah tempat ternak untuk mengambil makanannya. Di palungan itu, para gembala meletakkan makanan dan minuman bagi ternak sehingga ternak dapat makan dan minum dari sana serta bertahan hidup. Yesus diletakkan di dalam palungan artinya Dia memberikan diri-Nya menjadi makanan-santapan bagi semua orang dan seluruh dunia. Yesus rela mengurbankan diri-Nya sendiri supaya manusia dapat menyantap Tubuh dan Darah-Nya sehingga mereka menerima kehidupan surgawi. Kita orang katolik menerima santapan rohani itu setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi. Dalam Perayaan Ekaristi, kita menerima satu-satunya sumber kehidupan, yakni Tubuh dan Darah Kristus sendiri. Karena kurban Kristus itulah kita dapat hidup dan bertahan serta memperoleh rahmat surgawi dari Allah.
Ketiga, tidak ada orang yang menyaksikan kelahiran Yesus kecuali Yusuf dan Maria. Dan yang pertama kali mendapatkan Kabar Gembira itu adalah para gembala. Mengapa? Kehidupan para gembala biasanya selalu terasing dari kehidupan masyarakat. Mereka hidup di padang rumput dan dianggap oleh masyarakat sebagai orang yang lemah dan hina serta tidak terlalu diperhitungkan. Berita kelahiran Yesus diwartakan kepada para gembala artinya Allah ingin menunjukkan solidaritas dan perhatian-Nya kepada orang-orang kecil dan sederhana, yang tidak diperhitungkan dunia. Bila Allah memilih untuk lahir dalam kemewahan duniawi, itu berarti Dia hanyalah Allah untuk orang-orang besar saja. Dan dengan demikian orang-orang kecil dan sederhana tetap tidak ikut merasakan keselamatan Allah itu. Mereka akan tetap hidup dalam penindasan dan keputusasaan. Akan tetapi, ketika Yesus memilih lahir di kandang ternak yang hina dan berita kelahiran-Nya disampaikan kepada para gembala yang lemah dan hina, itu artinya Dia adalah Allah untuk segala suku dan bahasa, untuk semua orang. Dan lihatlah, para malaikat dan seisi surga pun memuji dan memuliakan Allah serta bersukacita bersama para gembala. Allah ingin menggunakan para gembala ini sebagai alat pewarta kabar gembira bagi orang-orang besar dan menghantar mereka untuk menemukan serta merasakan Allah dalam hidup mereka.
Kita orang beriman, yang hidup pada zaman sekarang mesti bersukacita atas kelahiran Yesus Sang Juruselamat. Tetapi kita juga mesti memahami misteri keselamatan Allah dan mengaplikasikannya dalam hidup setiap hari. Caranya adalah dengan setia melaksanakan segala perintah Allah, menjauhkan segala bentuk kejahatan dan kefasikan serta menjadi orang-orang bijaksana, adil, penuh pengharapan dan kasih sayang terhadap orang-orang lemah dan dianggap hina oleh dunia. Kita harus dapat masuk ke dalam kehidupan mereka yang tak diperhitungkan dunia supaya mereka juga dapat merasakan sukacita atas kelahiran Yesus ke dunia ini. Dan bila dibutuhkan, kita juga harus siap menjadi kurban demi keselamatan orang lain. Dan itu jugalah tuntutan Ekaristis setiap kali kita merayakannya. Mampukah kita mewujudkannya? Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting