Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

BERSUKACITALAH DAN BERGEMBIRALAH DALAM TUHAN (Yes 61:1-2a.10-11;1Tes 5:16-24; Yoh 1:6-8.19-20)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
 Minggu ketiga Adven dikenal sebagai Minggu Gaudete, yang artinya: Bersukacitalah! Warna ‘pink’ ceria yang menjadi warna liturgi pada hari ini maksudnya adalah untuk merayakan pertengahan masa Adven. Bagaikan orang yang sedang mengikuti lomba lari dan bersukacita ketika telah mencapai pertengahan jarak lomba, demikian pula kita bersukacita karena telah mencapai pertengahan masa penantian kita akan peringatan hari kelahiran Kristus. Garis finish memang belum tercapai, dan kita masih perlu berlari untuk mencapainya, namun kita sudah semakin dekat dengan tujuan itu. Jarak yang semakin dekat seharusnya semakin menyemangati untuk mempersiapkan diri, agar kita tidak lemah lesu, goyah dan tawar hati, sebab Tuhan sendiri akan datang untuk menyelamatkan kita (lih. Yes 35:4).
Penginjil Yohanes kembali memperkenalkan siapa dan apa tugas Yohanes Pembaptis yang sesungguhnya. Saat itu, orang Yahudi sedang menantikan Sang Mesias dan mereka mengira Dia adalah Yohanes Pembaptis. Tetapi Yohanes dengan jujur dan tegas mengatakan: “Bukan aku, tapi Dia yang hadir di tengah-tengahmu dan kamu tidak mengenal Dia”. Mengapa umat Israel menantikan Mesias? Siapakah Mesias yang mereka nanti-nantikan itu? Mesias yang mereka nanti-nantikan adalah Mesias politis yang akan datang memimpin dan menaklukkan para penjajah Romawi.Bangsa Israel pada masa itu sedang mengalami ketidakadilan dari pemerintah Romawi. Mereka ditindas dan dipersulit dalam banyak hal terutama dalam membayar pajak yang sangat tinggi. Secara politis, mereka tidak merasa senang dipimpin oleh yang bukan dari bangsa Yahudi, mengingat identitas mereka sebagai bangsa terpilih, bangsa yang istimewa. Karena alasan inilah mereka menantikan kehadiran Mesias yang akan menyelamatkan dan membebaskan mereka dari segala kesulitan yang ada.
Yohanes Pembaptis tampil sebagai utusan Allah yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias Penyelamat spiritual dan bukan penyelamat politis, seperti diharapkan oleh orang Israel. Dia memberi kesaksian tentang Terang yang sesungguhnya, tetapi dia bukanlah Terang itu. Terang sejati itulah yang akan menerangi dan mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang menantikan kedatangan-Nya.
Yohanes mengajak semua orang untuk bergembira dan bersukacita sebab Sang Penyelamat yang sesungguhnya telah hadir di tengah-tengah dunia. Mesias yang sesungguhnya akan datang menghibur orang yang berduka, merawat orang-orang yang remuk redam hatinya, memberitakan pembebasan kepada para tawanan, memberitakan tahun Rahmat Tuhan dan hari keselamatan Allah telah tiba. Karena itu, sudah sepatutnyalah semua orang bergembira menyambut kedatangan Sang Penyelamat.
Ajakan Yohanes Pembaptis dalam Minggu III Adven ini adalah supaya setiap orang bersukacita karena Sang Mesias akan datang dengan segera. Tetapi serentak dengan itu, kita mesti bertanya diri: “Siapakah kita yang sedang menantikan Sang Mesias itu?” Apa yang harus kita lakukan dalam penantian kita? Yohanes mengajarkan bahwa kita harus mempersiapkan diri dengan baik supaya layak menyambut Sang Mesias. Caranya adalah dengan membiarkan Roh Allah berkarya dan membimbing kita dalam setiap tindakan kita. Roh Allah itu akan mengajari kita untuk melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada Allah, yakni menghibur orang yang susah, memberi pengharapan bagi yang putus asa, bersyukur dan berdoa dalam segala situasi hidup.. Dan kita juga harus menjauhkan segala bentuk kejahatan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam  dosa. Inilah yang mesti kita lakukan dalam penantian itu.
Bersukacita dan bergembira seraya mempersiapkan jalan bagi Tuhan seperti diwartakan Yohanes harus kita konkritkan dalam kehidupan kita saat ini. Kita mesti menyadari bahwa kita hanyalah alat atau utusan Allah yang harus membawa sukacita bagi mereka yang membutuhkan. Popularitas, prestise dan prestasi bukanlah tujuan utama perutusan kita. Bahkan kita mesti memandang diri sebagai hamba yang hanya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tetapi yang harus kita kejar adalah melaksanakan kehendak Allah dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama. Dan sejalan dengan itu, kita harus menjaga diri agar tetap kudus dan tak bercela sampai pada hari kedatangan Tuhan, serta berharap kelak kita diikutsertakan dalam kebahagiaan abadi. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting