Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

API PENYUCIAN

SDR. MARSELINUS LIMBONG, OFMCAP

Masa adven mengajak kita untuk membenah diri dalam semangat pertobatan. Selain aksi nyata tobat yang kita lakukan, kita juga diundang untuk menyadari pentingnya sakramen tobat demi keberlangsungan hidup kita sesudah hidup di dunia ini. Bagaimana nasib kita kelak, tak satu pun yang tahu? Kita pasti pernah mendengar api penyucian. Apa itu?

Apakah yang dimaksud dengan Api Penyucian?

Suatu keadaan atau kondisi hukuman sementara setelah kematian. Sebagai kontrasnya, neraka adalah keadaan atau kondisi hukuman abadi. Ini merujuk pada pemurnian, penyucian. Api Penyucian adalah "tempat" dimana jiwa-jiwa dibersihkan dari akibat-akibat dosa.

Bagaimana akal sehat bisa menunjukkan keberadaan Api Penyucian?

Hanya orang-orang yang menanggung dosa maut yang masuk ke neraka. Di lain pihak, tak seorangpun bisa masuk ke surga meski hanya dengan dosa yang terkecil sekalipun. Pasti ada tempat penebusan dan pemurnian bagi dosa-dosa ringan dan kekurangan-kekurangan kita lainnya. 

Siapa yang masuk ke Api Penyucian?

Mereka yang telah memelihara karunia rahmat tetapi:
a. meninggal dengan masih memiliki dosa-dosa ringan yang belum dimaafkan.
b. meninggal tanpa melakukan penitensi yang mencukupi untuk membayar hutang hukuman sementara yang diakibatkan oleh dosa-dosa mereka di masa lalu. 

Apakah ada penderitaan di Api Penyucian bagi mereka yang masuk kesana?
Ya, selain disebabkan karena untuk sementara tertunda dari persatuan dengan Allah di surga, mereka yang di api penyucian juga harus menderita sengsara dalam proses pemurnian.

Berapa lama seseorang harus menderita di Api Penyucian?
Tergantung dari jumlah dan besar dosa-dosa mereka yang harus ditebus.

Bagaimana kita bisa menolong jiwa-jiwa di Api Penyucian?
kita bisa memperpendek penderitaan mereka dengan merayakan Misa Kudus bagi mereka, berdoa bagi mereka dan melakukan perbuatan-perbuatan amal bagi mereka.

Bagaimana kita bisa terhindar dari Api Penyucian?

Dengan berusaha untuk menghindari segala dosa-dosa, bahkan yang terkecil sekalipun, dan dengan meminta penitensi bagi dosa-dosa yang telah dimaafkan. Karena itu, dalam perintah gereja, kita wajib mengaku dosa sekurang-kurangnya sekali setahun. Inilah sarana kita untuk meminta penitensi bagi dosa-dosa kita. Kalau kita peduli dengan keadaan hidup kita kelak, sebaiknya kita harus lebih sering menerimakan sakramen tobat, atau pengakuan dosa. Pengakuan dosa sangat tepat diterima sebelum perayaan natal atau sebelum paskah. Kita yang mencari pastor dan memintanya, dalam hal ini, pastor tidak bisa menolak permintaan anda sekalian.


Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting