Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

ANJURAN BERJAGA-JAGA DALAM MENANTI KEDATANGAN TUHAN


Sdr. Kasimirus Sitompul, OFM Cap.

1.    Anjuran Berjaga-jaga Dalam Injil Sinoptik
Kata “berjaga-jaga” pertama kali dalam Mat 24:42. Kata berjaga-jaga searti dengan setia pada misi yang dipercayakan, dan mempersiapkan diri untuk menanti kedatangan Tuhan.

    “Berjaga-jaga” sangat diperlukan dalam menanti kedatangan Tuhan, sebab kedatangan Tuhan seperti pencuri di malam hari, dan tidak seorangpun yang tahu. Maka sikap yang diperlukan untuk mengantisipasinya adalah berjaga-jaga (Mat 24:44; 25:13) dan berlaku bijaksana (Mat 24:45; 25:2). Sikap bijaksana yang dimaksud di sini adalah waspada akan kejadian/ peristiwa yang tidak terduga, dan mampu memahami setiap situasi sehari-hari sebagai tanda kedatangan Tuhan. Oleh karena itulah, orang bijaksana mempersiapkan diri secara intensif dalam menyambut kedatangan Tuhan.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa seluruh semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang yang akan terjadi itu, dan tahan berdiri dihapan Anak manusia.” (Luk 21:34-36).

Penginjil Sinoptik menekankan pentingnya sikap “berjaga-jaga” yang diwujudkan dengan tak jemu-jemu berdoa kepada Allah, sebab doa kepada Allah menghantar orang kepada keselamatan dan tahan terhadap godaan iblis (lih. Mrk 14:38). Oleh karena itu, doa merupakan aktivitas yang amat penting bagi umat kristen. “Berjaga-jaga” sama dengan berdoa tanpa henti-hentinya (lih. Luk 2:37; 18:7). Dengan doa orang mengisi diri dengan kekuatan baru.

2.    Anjuran Berjaga-jaga Dalam Surat-surat Paulus dan Surat-surat Katolik
Paulus dalam surat-suratnya, tak jemu-jemu menasihati jemaat agar selalu berjaga-jaga, sebab Tuhan akan datang pada saat yang tidak terduga. Ia akan datang seperti pencuri (1Tes 5:1-8). Oleh karena itu, Paulus meminta jemaat kristen supaya hidup bermoral, berpegang teguh dalam iman (1Kor 10:8-11), hidup dalam pertobatan dan tak jemu-jemu berdoa (1Tes 1:9-10), menjaga diri dari berhala dan kebiasaan orang kafir (1Tes 6:20), waspada terhadap keburukan orang-orang kafir (Kis 21:25). Waspada terhadap berhala dunia ini (1Yoh 5:21). “Berusaha agar hidup tak bercacat dan bernoda di hadapan Allah dalam perdamaian dengan Dia” (1Ptr 1:19; lih. 2Ptr 3:14). Artinya, orang kristen perlu memelihara kesucian, kemurnian, sebagai persembahan kudus kepada Tuhan melalui pertobatan terus-menerus.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting