Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

TUHAN PUN TERSENYUM


Ambrosius Silaban, OFM Cap.  

Kerinduan merupakan energy untuk membangkitkan hasrat untuk terus menggapai dan meraih cinta yang tak bersyarat. Energy itu mendorong untuk mampu mempengaruhi diri mengalirkan daya yang positif. Hiruk pikuk rutinitas, yang tak mampu menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan yang mengakibatkan keresahan hati. Setiap orang memiliki rasa ri
ndu, rindu yang terkadang tak terungkapkan.
Jejak kaki dan tanda-tanda alam sekitar menjadi sebuah panduan untuk meneropong peristiwa-peristiwa. Pengalaman adalah salah satu jejak untuk mengubah diri, namum rutinitas itupun membuatku lupa akan kasih sayangnya yang menuntun. Perjalan baru mulai namum keseimbangan itu tak terkontrol dengan baik. Harapan hati untuk hidup lebih baik yang mampu menyeimbangkan rasa dan cinta. 
Belajar dan mengerjakan tugas-tugas sebenarnya bukanlah alasan yang pas pada ketidakseimbangan itu. Namun itulah sebuah kenyataan yang terjadi dan sangat nyata dalam kehidupanku. Mungkin tidak terlalu kentara namun menjadi habitus baru bagiku unutk meninggalkan kebiasaan baik itu. 
Suatu hari saya tersadar bahwa say
a sudah terlalu jauh tenggelam dalam dunia kelalaian itu. Itu nampak karena tertangkap  oleh pengalaman sendiri. Banyaknya tugas membuatku harus lembur hingga dini hari. Saya masih bersyukur karena jam bangunku tak pernah terganggu. Saya pun mempersiapkan diri menuju kapel yang kurang persis di depan unitku. Semangat doa masih kuat (menurut persiku).  Ibadat pagi, misa, dan renungan berhasil saya lewati. Proses itu terjadi ketika kepalaku naik turun. Saya tidak tahu berapa kali naik turunya, karena keadaan yang kurang sadar. Akupun tersadar dari meditasi naik turun. Mataku pun mengarah detik jam yang berbunyi, dengan wajah sedikit rasa malu saya pun tersenyum melihat diriku. Saya yakin bahwa Dia pun tersenyum melihat kepalaku naik turun saat meditasi. Bukanlah sesuatu yang menggelikan bagiku karena kepala naik turun namun perjuanganku bertahan di hadapan Dia.
Saudara yang terkasih memang kita memiliki kesibukan masing-masing. Marilah menyempatkan diri untuk bertahan di hadapan Dia seraya berserah diri. Janganlah terlalu gampang mangambil keputusan bahwa anda sedang Ngantuk dan langsung menuju tempat tidur. Bertahanlah di hadapan Tuhan walau memiliki problem diri.  Hati yang bertahan menguatkan diri menjadi lebih baik. Segala persoalan ada jalan keluarnya. Biarlah Tuhan tersenyum atas kehadiran kita di hadapan-Nya.  

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting