Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

TERPUJILAH KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (Yeh 34:11-12.15-17; 1Kor 15:20-26a.28; Mat 25:31-46)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam merupakan peringatan tentang Kristus yang menjadi raja dan hakim pada akhir zaman. Hari Raya ini sekaligus menjadi penutup tahun Liturgi Masa Biasa, dan minggu depan akan dimulai dengan tahun liturgi baru, Masa Adven, masa penantian kelahiran Sang Juruselamat. Bacaan-bacaan yang diperdengarkan pada hari ini berbicara tentang akhir zaman, di mana kita semua akan diadili menurut keadilan Allah.
Pada akhir zaman, Kristus akan duduk di atas takhta kerajaan-Nya dan bertindak sebagai hakim yang mengadili semua orang benar dan yang jahat. Mereka yang benar akan dipisahkan dari orang-orang jahat dan pendosa, serta akan ditempatkan di sebelah kanan-Nya. Mereka dipandang layak menerima mahkota kemuliaan dan ganjaran kehidupan kekal, sebab mereka tetap setia berpegang dan melaksakan perintah cinta kasih Allah. Sedangkan mereka yang jahat akan diadili dan dihukum.
Apa sebenarnya kriteria dasar yang dipakai oleh Kristus dalam pengadilan-Nya? Tidak lain adalah berdasarkan hukum cinta kasih. Bagi Kristus, hidup di dunia ini harus selalu dalam hubungan dengan Allah dan sesama. Jadi, cinta kasih kepada Allah tidak boleh hanya tinggal di mulut saja, melainkan harus terwujud dalam cinta kepada sesama terutama mereka yang miskin, menderita, sakit, membutuhkan pertolongan kita, sebab dalam diri mereka-lah Allah menampakkan rahasia diri-Nya yang tersembunyi bagi orang banyak.
Kristus Raja Semesta Alam adalah buah sulung kebangkitan, yang pertama bangkit dari antara orang mati, supaya manusia dapat hidup. Sebab sesungguhnya, semua manusia telah mati karena dosa satu orang, yakni dosa ketidaktaatan Adam. Tetapi berkat wafat dan kebangkitan Kristus, manusia dihidupkan kembali dan memperoleh keselamatan daripada-Nya. Akan tetapi, manusia juga harus mengusahakan keselamatan bagi dirinya sendiri dengan cara mengikuti teladan Kristus yang telah rela mengurbankan diri demi keselamatan dan pengampunan dosa manusia.
Oleh karena itu, manusia harus mampu membuktikan cinta kepada Allah melalui cinta kepada sesama. Manusia juga dituntut untuk mampu mengorbankan diri demi keslamatan dan kebahagiaan sesama. Keprihatinan terhadap mereka yang menderita dan membutuhkan pertolongan itulah yang terutama harus dilaksanakan untuk memperoleh kehidupan kekal. Dan itu semua harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan atas dasar cinta kasih. Tak perlu menghitung seberapa banyak kebaikan yang sudah dilakukan, tetapi setiap saat dan dengan semangat rela berkorban melaksanakan semuanya iut. Bila sudah sampai pada perhitungan matematis, maka dapat diragukan tindakan cinta kasih yang dilakukannya.
Banyak di sekitar kita orang yang menderita dan membutuhkan pertolongan yang hidup dengan segala kepahitan dan kegetiran hidup. Misalnya orang-orang sakit, para pengemis, korban bencana alam, korban ketidakadilan, dan sebagainya. Orang-orang seperti inilah yang harus kita tolong bila kita ingin memperoleh kehidupan kekal. Sebab mereka tidak dapat membalas dengan bantuan material pun tenaga. Sebaliknya, mereka akan selalu mendoakan kita setiap saat dan dengan demikian, kita akan menerima berkat dari Allah. Akan tetapi bila kita mengabaikan mereka dan berpikir bahwa mereka tak dapat memberi keuntungan bagi kita, maka, saat itu pulalah kita masuk ke dalam pengadilan Kristus.
Kristus Raja Semesta Alam akan tampil sebagai hakim dan raja yang akan mengadili setiap orang menurut perbuatannya. Kristus tidak akan memandang muka dalam mengadili, tetapi akan mengadili setiap orang menurut keadilan-Nya. Dia sendiri telah memberikan kriteria kebenaran yang harus dihidupi oleh setiap orang, yakni tindakan cinta kasih. Kristus menuntut kita untuk menjadi orang-orang yang dibenarkan dalam pengadilan-Nya. Dia tidak ingin manusia dihukum karena ketidaktaatan mereka pada perintah Allah. Karena itulah, Dia memberikan teladan dengan menyerahkan diri sehabis-habisnya supaya manusia tahu apa yang harus diperbuat. Pengorbanan, pemberian diri dan cinta kepada sesama, itulah yang menjadi patokan utama agar seseorang dapat dibenarkan dalam pengadilan Kristus. Maka, mari menunjukkan cinta kita kepada Allah melalui tindakan belaskasih terhadap sesama yang menderita dan berkekurangan. Bila kita dengan tulus mau melaksanakannya, maka kelak pada penghakiman terakhir, kita akan masuk ke dalam bilangan orang-orang yang dibenarkan oleh Kristus. Dengan demikian, kita akan menerima ganjaran kemuliaan dan kehidupan kekal. Bila tidak, maka kita akan dibuang dan dihukum selama-lamanya. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting