Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

MENGAJARKAN DAN MELAKUKAN YANG DIAJARKAN (Mal 1:14b-2:2b.8-10; ; Mat 23:1-12)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
 Seorang guru yang baik pasti akan mengajarkan kebaikan kepada para muridnya baik melalui perkataan maupun melalui teladan hidup. Guru yang baik pasti terlebih dahulu menghidupi apa yang dialaminya serta menjadi bahan ajarannya, sebab bila tidak, para murid tidak akan mau mengikutinya. Dan guru yang kurang baik hanya akan mengajar sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak mampu menghidupi dan melaksanakan yang diajarkannya.
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa, artinya mereka mempunyai tugas untuk melanjutkan tugas kepemimpinan Musa dalam mengarahkan, menuntun dan membawa umat Allah ke jalan yang benar. Bukan berarti mereka duduk di sebuah kursi yang dulu pernah ditempati Musa untuk mengajar, melainkan suatu situasi di mana mereka menjadi pengajar-pengajar hukum Allah yang melanjutkan peran Musa sebagai pengajar bagi bangsa Israel. Yesus dalam injil mengajak kita untuk mengikuti ajaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Bagi Yesus, segala yang diajarkan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi wajib merupakan hukum dan perintah Allah. Jadi, kalau dikatakan hukum Allah, itu berarti sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan dan tidak boleh diabaikan.
Serentak dengan itu, Yesus juga mengawaskan supaya tidak mengikuti cara hidup para ahli Taurat dan orang Farisi, yang tidak hidup sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. Mereka hidup sesuai dengan dorongan nafsu manusiawi serta mencari kehormatan duniawi semata. Mereka mengajarkan ketaatan serta cinta kasih kepada Allah dan sesama, tetapi mereka sendiri menindas orang miskin. Mereka mengajarkan supaya jangan mencari penghormatan di dunia ini, tetapi mereka ingin selalu dihormati dan selalu ingin menempati posisi terdepan dan tertinggi dalam berbagai macam kegiatan. Mereka juga mengajarkan supaya manusia rendah hati dan melayani sesama, tetapi mereka pun cuci tangan dengan penderitaan yang dialami oleh sesama.
Hal-hal inilah yang sangat diawaskan oleh Yesus kepada kita semua. Yesus tahu bahwa segala sesuatu yang berasal dari Allah adalah benar, kudus dan sempurna. Dan itu memang tertulis dalam hukum yang dulu diterima oleh Musa dari Allah untuk disampaikan kepada bangsa Israel. Hukum Allah itu seharusnya dihidupi oleh semua orang yang mendengarkannya dan pertama-tama oleh mereka yang mengajarkannya. Maka, bila setiap orang yang menerima pengajaran itu wajib melaksanakannya dalam kehidupan nyata, betapa lebih lagi bagi mereka yang mengajarkannya. Sebab bila pengajar hukum tidak melaksanakan hukum yang diajarkannya, maka ajarannya sama sekali tidak berdaya guna. Dan orang akan melihat bahwa pengajar tersebut hanya bisa mengajar dan tidak dapat melakukan yang diajarkannya sendiri.
Yesus meminta kita untuk tetap setia pada perintah Allah, serta melaksanakannya. Perintah dan hukum Allah itu sekarang tergenapi melalui perintah cinta kasih yang selalu diajarkan oleh Yesus. Yesus tidak hanya mengajarkan cinta kasih, tetapi Dia sendiri membuktikan cinta kasih itu lewat pengurbanan diri-Nya, dengan wafat di salib. Dia menjadikan diri-Nya sebagai persembahan yang harum mewangi bagi Allah serta tidak mencari kehormatan dan kemuliaan duniawi, tetapi menjadikan diri-Nya sebagai hamba yang selalu taat pada kehendak Bapa.
Terkadang kita suka mencari kehormatan dan kemuliaan duniawi semata, seperti ingin memperoleh kuasa atau jabatan yang tinggi dan terhormat. Dan terkadang kita lupa hal apa yang sebnarnya paling penting dalam hidup ini. Karena itulah, Yesus meminta kita untuk senantiasa taat pada perintah dan hukum Allah yang telah diajarkan bercermin pada-Nya Allah yang telah memberikan teladan supaya kita memperoleh keselamatan kekal.
Teladan itu yakni, kerelaan untuk berkorban demi kemuliaan Allah dan kebaikan sesama. Dengan berpegang teguh pada perintah cinta kasih yang diajarkan Yesus serta menghidupinya, maka rahmat keselamatan kekal akan kita terima. Sebab barangsiapa melaksanakan perintah Allah, akan menerima ganjaran yang sesuai dengan perbuatannya. Maka, mampukah kita menghidupi ajaran cinta kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari? Sanggupkah kita berbuat sesuai dengan apa yang kita ajarkan? Semoga rahmat Tuhan selalu melindungi kita setiap saat. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting