Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

KELUARGA YANG BERDOA

Oleh, Fr. Marselinus Limbong, OFMcap

Ketika Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara memimpin keuskupan Agung Medan, baik melalui surat gembala dan dalam sinode- sinode banyak membahas tentang Pembinaan Kehidupan Keluarga. Misalnya, dalam surat gembala tahun 1993 menuliskan tema: Meningkatkan Mutu Keluarga Kita dan pada tanggal 24-27 Oktober 1996, Uskup Pius memanggil Sinode IV dengan tema: Keluarga Katolik Menyongsong Tahun 2000. Industrialisasi dan urbanisasi dengan segala dampaknya telah mengakibatkan pola hidup harian dan hidup beriman katolik di wilayah keuskupan agung medan. Dua belas tahun kemudian, Mgr. Pius memanggil sinode V yang berlangsung pada tanggal 1-5 Desember 2008. Satu dari 15 topik yang dibahas dalam sinode tetap seputar keluarga yakni Pembinaan Keluarga Katolik.

Upaya-upaya pastoral pendampingan keluarga yang telah ditempuh selama 15 tahun sebagai uskup sudah cukup banyak diberi perhatian. Tidak berhenti disana, Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga selaku penerus penggembalaan gereja keuskupan agung medan sejak 22 Februari 2009 tetap memperhatian hasil buah sinode sebelumnya. Beliau bahkan menetapkan setiap minggu ke 2 Oktober sebagai Minggu Keluarga khusus untuk keuskupan agung medan ini. Hal itu termuat dalam surat gembala yang diterbitkan tahun 2009 dengan mengangkat tema: Keluarga Sebagai Persamaian Nilai-Nilai Kehidupan. Atas perhatian ini, Uskup Anicetus menetapkan setiap bulan Juli sebagai Hari Kaum Muda (youth day). Selain itu juga, pendidikan asrama digalakkan, peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan korban narkoba. Diberbagai kesempatan lain, juga tetap menghimbau semua kalangan agar sekuat tenaga membina anak-anak, kaum muda dan keluarga.
Atas perhatian diatas, mungkin kita boleh bertanya, seberapa penting kehidupan keluarga ditengah tengah gereja sehingga bergitu banyak menyita perhatian gereja?

Kemudia apa yang harus dibuat gereja terhadap keluarga ini supaya kekwatiran itu terjawab?
Kita melihat permasalahan kehidupan keluarga zaman ini sungguh kompleks. Banyak masalah yang meliliti kehidupan berkeluarga zaman ini. semua masalah ini tentu mempunyai factor yang berbeda beda. Misalnya, kekwatiran orang tua kepada anaknya jangan sampai anaknya pengguna narkoba. Atau mungkin masalah itu lahir dari tengah kehidupan sebagai suami istri yang terkadang kurang kondusif akhirnya anak anak mencari pelarian sebab situasi keluarga yang negatif menjadi pintu untuk masuk atau menjadi pengguna narkoba yaitu pengalaman anak yang kurang diperhatikan atau merasa kesepian karena kurang merasa dicintai.

Untuk itu apa yang harus lakukan oleh keluarga? Ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga: pertama: pentingnya keluarga yang baik. Situasi keluarga yang kondusif akan membentuk pola pikir anak-anak yang masih dalam proses pembentukan kepribadian. Kedua,
 Membiasakan untuk melakukan dialog didalam keluarga dan menjaga relasi keterbukaan di dalam keluarga. Perlu diperhatikan bahwa jika diantara anggota keluarga membiasakan diri untuk permisi, jika salah seorang ke luar rumah maka akan tercipta mental saling menghargai. Ketiga, menjadikan keluarga sebagai sumber sukacita. Sukacita yang memancarkan kegembiraan ditengah kehidupan sehari hari.

Ada sebuah tradisi di dalam gereja katolik yang akhir-akhir ini kurang mendapat tempat ditengah tengah keluarga katolik yakni Kebiasaan Berdoa Ditengah Keluarga. Banyak keluarga membangun dasar hidup keluarganya dengan membiasakan berdoa tetapi masih banyak juga dijumpai yang kurang memberi diri pada doa.

Berdoa banyak jenisnya. Ada yang sifatnya liturgis dan ada juga sifatnya devosional. Sebagai keluarga rasanya cukup dengan doa yang sederhana seperti doa Angelus pada jam 6 pagi, 12 siang, dan 18.00 sore (bisa dilihat madah bakti). Berdoa sebelum makan, berdoa Rosario dan praktek devosi devosi yang lain. Kiranya bila ditengah keluarga membiasakan berdoa bersama, pastilah dengan sendirinya anak-anak akan mudah diatur, diarahkan dan mendengarkan nasehat nasehat baik dari orang tua atau yang lebih tua darinya.

Kemajuan jaman ini seringkali membawa dampak negatif kepada perkembangan anak anak. Tentu hal ini disebabkan karena orangtua kurang memberi diri dan waktu untuk anak. Jangankan berdoa bersama, menyapa anak pun ketika kembali dari tempat kerja kurang diperhatikan. Sadar tidak sadar anak-anak merasa kurang diperhatikan dan akhirnya mereka mencari konpensasi dengan ikut ikutan dengan temannya. Karena itu, tidak heran kalau anak-anak sekarang mempunyai gaya hidup yang mengkwatirkan bahkan menggunakan narkoba menjadi tren hidup. Mereka tidak bisa membedakan mana yang baik sebab anak tidak mendapatkan perhatian dari orang tua.























Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting