Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Adven


Sdr Kristian Nadeak

Tahun liturgi dimulai dengan Minggu pertama adven. Minggu pertama adven menjadi tahun baru liturgi. Masa adven berciri persiapan kedatangan Tuhan, tidak terlalu menonjolkan kesemarakan, melainkan pengharapan akan kedatangan yang juga mengandung kegembiraan juga. Warna dan pakaian liturgi adalah ungu atau violet, yang melambangkan warna antara sedih dan gembira, penantian yang menggembirakan. Kurangnya kesemarakan itu tampak juga dengan tidak dinyanyikannya lagu Gloria.
Tema-tema setiap Minggu Adven pada tahun ini (C/II):
1. Minggu Adven I: Eskatologis. Bacaannya : Yer. 33: 14-16, dan Injil Lukas 21: 25-28. 34-36. Intinya adalah masa-masa sulit yang dihadapi manusia. Tetapi bagi orang yang percaya: “Bangkit dan angkatlah mukamu! Penyelamatmu sudah dekat”.
2. Minggu Adven II Mempersiapkan Jalan. Bacaannya: Bar. 5:1-9 dan Injil Luk. 3:1-6. Tokohnya adalah Yohannes yang bersuara di padang gurun untuk menyerukan pertobatan dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
3. inggu Adven III : Suka cita. Bacaannya: Zef. 3:14-18a dan Injil Luk. 3:10-18. Minggu ini disebut sebagai Minggu Gaudete (sukacita). Seruan kepada umat Israel untuk bersuka cita karena Tuhan telah menyingkirkan hukuman atas mereka. Dalam Injil, kita diajarkan apa yang harus kita perbuat.
4. Minggu Adven IV : Suka cita. Bacaannya: Mik. 5:1-4a dan Injil Luk. 1:39-45. Maria telah menerima kabar suka cita pergi melawat Elisabet yang juga telah mendapat belas kasih dari Allah, dengan mengandung pada masa tuanya.
Ide Dasar Adven (Teologi Adven)
Kita bisa mengerti makna adven secara etimologis. Adven dari bahasa Latin adventus berarti kedatangan. Ide dasar adven adalah persiapan akan kedatangan Tuhan kembali.
Masa Adven mempunyai satu tema yaitu persiapan kedatangan Tuhan, tetapi mempunyai dua tekanan.
1. Kedatangan kembali (Parousia). Teologi eskatologis amat menonjol. Perhatian kita diarahkan pada penyambutan kedatangan Tuhan kembali/kedatangan kedua kali (Parousia). Minggu biasa terakhir biasanya bertema eskatologis dan adven mempunyai tekanan yang sama. Jadi boleh dikatakan bahwa adven adalah perpanjangan minggu-minggu biasa terakhir. Tokoh utama ialah Nabi Yesaya. Bacaan-bacaan berciri eskatologis untuk umat kristen, akan tetapi bukan hanya untuk menunjuk suatu masa depan yang akan terjadi pada masa depan juga, tetapi prosesnya sudah mulai pada saat ini. Apa yang akan kita alami pada masa depan sudah mulai kita alami pada masa sekarang. Contoh untuk menjelaskannya seperi saudara-saudara yang ingin menjadi seorang kapusin. Kita jangan mengira bahwa menjadi seorang kapusin itu terjadi sesudah kaul kekal atau bahkan sesudah menerima tahbisan imamat. Menjadi seorang kapusin harus dan sudah kita alami dan hayati mulai dari sekarang. Ada kita pada masa yang akan datang sudah mulai lakukan pada masa sekarang.
2. Kedatangan/kelahiran.
Dua minggu sebelum kelahiran Kristus dari St Perawan Maria sering disebut minggu suka cita (gaudete). Dalam dua minggu terakhir masa adven ini lebih ditekankan permenungan akan kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Bacaan-bacaan pun mengarah kepada kelahiran Yesus Kristus. Tokohnya adalah Maria dan Yohannes Pembaptis. Maria adalah tokoh yang paling berpengaruh. Minggu adven ke empat adalah persiapan langsung (jangka pendek).

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting