Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

MENGENAKAN PAKAIAN PESTA PADA PERJAMUAN TUHAN (Yes 25:6-10a; Flp 4:12-14.19-20; Mat 22:1-14)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Kerajaan Allah digambarkan seperti pesta meriah yang penuh damai sejahtera dan kegembiraan serta suasana persaudaraan. Setiap orang diundang untuk ikut serta dalam hidup bahagia dalam Kerajaan Allah. Namun, tidak semua orang menanggapi undangan Allah dan malah tenggelam dalam urusan pribadi. Meskipun demikian, Allah tetap setia mengundang siapapun untuk bergabung dalam pesta-Nya.
Dalam injil, Yesus menceritakan suatu perumpamaan tentang perjamuan nikah yang diadakan oleh seorang raja. Sang raja yang adalah tuan pesta menyuruh para hambanya untuk memanggil orang-orang yang sebelumnya telah diundang. Ternyata para undangan itu tidak menanggapinya dan malah sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Untuk kedua kalinya sang raja memanggil mereka tetapi hasilnya sama dengan yang pertama. Bahkan lebih sadis, sebab beberapa undangan malah membunuh utusan raja itu. Maka sang raja pun murka serta membinasakan para pembunuh itu lalu mengundang orang lain yang mau datang ke pesta itu, sebab biar bagaimana pun, pesta nikah itu tetap harus dilangsungkan. Tetapi ternyata ada syarat yang harus dipenuhi oleh  setiap orang yang datang ke pesta itu, yakni pakaian pesta. Pakaian pesta menjadi syarat utama untuk dapat mengikuti perjamuan nikah yang diadakan oleh raja itu. Yang tidak mengenakan pakaian pesta, akan diusir dari ruang perjamuan sebab dia tidak layak untuk ikut serta di dalamnya.
Perumpamaan tentang perjamuan nikah itu merupakan gambaran tentang bagaimana Allah yang datang mengundang semua orang untuk memasuki kerajaan-Nya. Dia mengundang manusia untuk hadir dan turut merasakan kebahagiaan dan kemeriahan pesta yang diadakan-Nya. Allah ingin agar tak seorang pun ketinggalan dalam karya penyelamatan-Nya. Akan tetapi, orang-orang yang diundang itu pun tidak menanggapinya. Malah mereka sibuk dengan diri sendiri dan tetap melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Akibatnya, orang-orang yang demikian akan menerima murka Allah, yakni kebinasaan.
Allah akan menghukum dan membuang semua orang yang tidak taat kepada-Nya. Kemudian Dia akan memberikan karunia keselamatan itu kepada siapapun yang mau menanggapinya. Tetapi syarat utama yang harus dipenuhi oleh para undangan itu adalah mengenakan pakaian pesta ke dalam ruang perjamuan. Pakaian pesta yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan dan keterbukaan hati untuk mengandalkan Allah dalam hidup. Setiap orang tidak dapat masuk ke dalam ruang perjamuan bila dia masih tetap sibuk dengan dirinya sendiri, tidak mau peduli dengan orang-orang kecil dan miskin, serta mengandalkan kekuatannya sendiri dan bahkan bersekutu dengan allah-allah lain. Dan bila mereka masuk, maka mereka akan diusir dari sana.
Semua orang Kristen diundang untuk ikut serta dalam karya keselamatan sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, kita harus mengenakan pakaian pesta sebagaimana dituntut oleh Allah. Kerajaan Allah adalah kerajaan kasih, kerajaan cinta di mana Allah-lah yang meraja. Dalam komunitas Kerajaan Allah tak seorang pun dapat hidup dengan dirinya sendiri atau mengandalkan kekuatannya sendiri. Kehadiran Kerajaan Allah ini mau menggambarkan suasana di mana setiap orang hidup damai bersama dengan orang lain, penuh kegembiraan, dan saling mencintai satu sama lain. Karena itulah, setiap orang yang tidak masuk ke dalam kriteria ini, tidak diperkenankan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Itulah makna sesungguhnya dari pakaian pesta.
Kita semua diundang untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, ke dalam perjamuan nikah Anak Domba Allah. Dan kita diminta untuk senantiasa mengandalkan Allah dalam setiap langkah hidup kita serta mengenakan pakaian pesta untuk dapat masuk ke dalam kerajaan-Nya. Dalam komunitas, lingkungan masyarakat, dan kehidupan menggereja, Kerajaan Allah harus benar-benar terwujud dan setiap orang harus berusaha masuk ke dalamnya. Kita harus mampu hidup dalam kasih persaudaraan dengan orang lain serta membuka hati pada rahmat dan cinta kasih Allah.
Dalam Kerajaan Allah sudah tersedia hidangan keselamatan bagi semua orang yang layak memasukinya. Kita harus sungguh-sungguh mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini meskipun sulit karena banyak tantangan dan penderitaan. Tetapi bersama Allah kita pasti sanggup berjuang dan memikul salib berat yang ada pada kita. Allah pasti akan menolong kita bila kita mau berseru kepada-Nya dan senantiasa mengandalkan Dia dalam perjuangan hidup kita setiap hari. Maka, mampukah kita hidup menurut panggilan Allah yang mengundang kita masuk ke dalam Kerajaan-Nya? Dan sanggupkah kita mengenakan pakaian pesta yang dituntut oleh Allah sebagai syarat untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya? Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting