Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

MENJADI GANDUM ATAU LALANG? (Keb 12:13.16-19; Rm 8:26-27; Mat 13:24-43)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Perumpamaan-perumpamaan yang diperdengarkan oleh Yesus dalam injil hari ini mau menggambarkan kehidupan manusia yang selalu berada dalam dua tegangan yakni, hidup dalam Roh dan hidup di luar Roh. Hidup dalam Roh berarti ia hidup dalam terang Kristus, sementara hidup di luar Roh adalah hidup dalam kegelapan. Di dalam kedua tegangan ini manusia sering jatuh karena kelemahannya. Tetapi rahmat Allah yang senantiasa menyediakan pertobatan dan pengampunan sebagai jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Dia. Dari kita dituntut kerendahan hati untuk mengakui segala dosa kita serta bersedia membuka hati untuk menerima kerahiman dan rahmat pengampunan dari Allah melalui pertobatan kita.
Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti seorang penabur yang menaburkan benih gandum
yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu malam, orang jahat datang dan menaburkan lalang di antara benih-benih yang baik itu. Hal yang menarik dari perumpamaan ini adalah, si tuan yang empunya ladang, tempat benih baik itu ditaburkan, melarang hamba-hambanya mencabut lalang-lalang itu dan membiarkan keduanya tumbuh bersama. Baru ketika sudah tiba musim menuai, gandum itu dikumpulkan ke dalam lumbung penyimpanan dan lalang itu juga dikumpulkan dan kemudian dibakar.
 Gandum atau benih yang baik itu melambangkan anak-anak terang, anak-anak Kerajaan Allah. Penaburnya adalah Kristus sendiri. Mereka ditaburkan sebagai benih yang baik di ladang dunia dan senantiasa hidup dalam Terang Allah. Setiap tindakan mereka dijiwai oleh terang kasih Allah dan menampakkan wajah Allah di tengah-tengah dunia. Allah membiarkan mereka hidup dalam dunia dengan segala macam persoalan yang ada, bahkan pencobaan dan penderitaan pun diberikan untuk menguji ketahanan iman mereka. Tetapi Allah tidak membiarkan orang-orang benar itu mendapat malu atau dibinasakan oleh kuasa kegelapan dan kejahatan. Dia akan tetap melindungi mereka serta membuat hidup mereka aman, damai dan sejahtera. Lalang menggambarkan dunia kegelapan, dunia kejahatan di mana terdapat segala hal yang bertentangan dengan Allah. Mereka ditaburkan oleh iblis, tuan mereka, untuk mencobai dan menganiaya orang-orang benar. Seluruh hidup mereka menyimpang dari jalan kebenaran dan selalu mengarah kepada kejahatan.
Dalam kehidupan di dunia ini, gandum dan lalang dibiarkan oleh Allah bertumbuh bersama. Dia membiarkan orang yang baik dan yang jahat hidup bersama di dunia ini. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Allah adalah sumber segala kebenaran dan pemilik segala sesuatu. Seharusnya, Dialah yang harus dituju oleh setiap orang yang hidup di dunia ini. Kepada Dia sajalah manusia harus menyerahkan dan memasrahkan diri supaya manusia bebas dari segala bentuk kejahatan dan penderitaan dunia ini. Namun, karena kelemahan manusiawi, manusia sering jatuh dan memilih bersekutu dengan iblis. Akibatnya, manusia menjadi jauh dari Allah dan tidak lagi menikmati rahmat kebaikan Allah. Kemerdekaan yang seharusnya dimiliki oleh putra-putri Allah menjadi hilang dan akhirnya mereka jatuh kepada kejahatan dan meringkuk dalam kegelapan.
Tetapi Allah kita adalah Allah yang baik, yang tak pernah menutup pintu kerahiman-Nya bagi setiap orang yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Dia tetap sabar menunggu dan menunggu kita kembali untuk menerima pengampunan dari-Nya. Kita hanya perlu meninggalkan segala hal yang membuat kita jauh dari Allah, yakni kejahatan-kejahatan dan kungkungan iblis. Pada kita diberi kesempatan untuk bertobat dan membiarkan Allah menuntun kita untuk disucikan dan dimasukkan ke dalam keanggotaan putra-putri Allah. Itulah yang sebenarnya yang diminta oleh Allah dari kita. Memang kita adalah manusia lemah. Tetapi jangan takut, Roh Allah akan membantu kita dalam kelemahan kita. Roh Allah akan menguatkan dan mengajari kita untuk berdoa dan mendekatkan diri dari-Nya. Maka, maukah kita bersekutu dengan Roh Allah dan bersedia dibentuk dan dituntun oleh-Nya? Maukah kita menjadi gandum atau putra-putri Terang yang hidup di tengah-tengah dunia, untuk menggarami dunia dan menjadikannya hidup menurut hukum-hukum Allah. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting