Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

DALAM NAMA BAPA DAN PUTRA DAN ROH KUDUS (Kel 34:4b-6.8-9; 2Kor 13:11-13; Yoh 3:16-18)

 Fr. Michael A. Aritonang OFMCap

Sebagai orang katolik, kita membuka dan menutup doa dengan tanda salib; mengawali dan mengakhiri peziarahan hidup kita di dunia dengan tanda salib. Dengan tanda salib, Gereja membawa hidup kita kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ketika dibaptis, kita semua dipersatukan dengan Bapa, Putra dan Roh Kudus dan diangkat menjadi putra-putri-Nya.Perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus menjadi suatu peringatan bagi kita supaya senantiasa terarah kepada Bapa, mengikuti jejak langkah Putra dan dijiwai oleh Roh Kudus.
Injil hari ini mengisahkan tentang keselamatan yang berasal dari Allah dan diperuntukkan bagi seluruh hidup manusia. Sejak awal mula, keselamatan itu telah diwahyukan Allah melalui para nabi-Nya dan wahyu itu berpuncak dalam diri Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Allah yang mengambil rupa sama seperti manusia dan tinggal di antara kita. Kehadiran Kristus di dunia ini menjadi tanda kebesaran kasih Allah yang rela mengutus Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Pengutusan Sang Sabda (Kristus) merupakan tindakan cinta kasih Allah yang memberikan seluruh isi cinta-Nya, supaya manusia dapat melihat kemuliaan-Nya. Kristus menjadi representasi atau wujud nyata kasih Allah yang membawa keselamatan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Dan bagi mereka yang tidak mau percaya kepada-Nya, akan mengalami penghukuman dan kebinasaan karena perbuatan-perbuatan jahat mereka.
Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus, adalah tiga “pribadi” tetapi mempunyai hakekat yang satu dan sama, yakni hakekat Allah. Bapa adalah asal mula tanpa asal dan sumber segala sesuatu yang ada. Dia adalah cinta. Dia adalah Allah yang bersabda dan berpikir; Sabda atau Firman-Nya keluar dari Sabda-Nya sendiri. Sabda itu menjelma menjadi manusia. Sabda itu adalah Yesus Kristus. Dia adalah Putra Tunggal Bapa, Sabda yang berasal dari Bapa dan merupakan isi atau tindakan perwujudan cinta Allah. Dia diperanakkan dan bukan diciptakan seperti manusia. Dia menerima kodrat ilahi, hakekat dan substansi dari Bapa dan sehakekat dengan Bapa. Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra yang sehakekat dengan Bapa dan Putra. Dia disembah dan dimuliakan bersama dengan Bapa dan Putra. Dia dihembuskan dari cinta kekal antara Bapa dan Putra. Dia jugalah yang menggerakkan kehendak, keinginan, maksud dan daya hidup Allah.
Kita semua yang sudah dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus telah menjadi putra-putri Allah dan memperoleh penebusan serta keselamatan berkat Sang Sabda yang menjadi manusia. Tetapi sebelum menerima pembaptisan, kita harus percaya supaya akhirnya memperoleh keselamatan. Dasar kepercayaan kita adalah iman akan Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sebagai seorang katolik, simbol Trinitarian ini harus selalu melekat dalam setiap bentuk kehidupan kita, di mana pun kita berada. Kita harus yakin bahwa Bapa, Putra dan Roh Kudus senantiasa membantu dan mengarahkan kita kepada keselamatan yang telah disiapkan-Nya bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Sering orang merasa enggan atau bahkan malu untuk menunjukkan identitas dirinya sebagai orang katolik, yang khas dan istimewa dengan tanda salib (dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus). Padahal tanda salib merupakan tanda kemenangan Kristus yang mengalahkan dosa dan maut. Kemenangan Kristus itu kemudian dianugerahkan kepada kita, dan dari kita dituntut untuk memberi kesaksian atasnya. Namun, salib tak dapat disebut sebagai salib jika itu hanya sebagai tanda kemenangan saja. Salib juga harus menjadi tanda bahwa kita ikut berpartisipasi dalam penderitaan Kristus, memikul salib dan mengikuti Dia. Kita harus mampu memikul salib dan penderitaan kita dan orang lain sebagai tanda bahwa kita telah dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Ketika kita berhasil memikul salib dan penderitaan, maka, kemenangan Kristus pun akan kita peroleh. Salib dan penderitaan akan membuka jalan kemenangan dan keselamatan menuju persekutuan dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Salib akan mendatangkan rahmat dan keselamatan bagi kita jika kita sanggup memikulnya. Persoalannya adalah apakah kita mau menerima keselamatan itu? Manakah yang kita pilih: Terang (Kristus) atau kegelapan (dunia kejahatan)?  Mari kita memberi kesaksian atas iman yang telah didasarkan pada Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam segala bentuk kehidupan kita. Mari menjadikan diri kita sebagai sarana keselamatan dan kehidupan kekal bagi orang lain. Dengan demikian, nama Allah Tritunggal akan dimuliakan di bumi ini dan di surga. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting