Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

“YA ALLAH, BERIKANLAH AKU ROH PENOLONG YANG MENYERTAIKU SEPANJANG HIDUPKU.” (Kis 8:5-8.14-17: 1Ptr 3:15-18: Yoh 14:15-21)

 Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Setiap manusia mempunyai roh di dalam dirinya sendiri. Roh itu berfungsi untuk menghidupkan, memberi daya kekuatan dan kemampuan-kemampuan lainnya sehingga manusia dapat hidup dan beraktivitas. Roh itu selalu tinggal di dalam tubuh manusia, sehingga manusia hidup. Tetapi jika ia pergi, maka manusia akan mati. Ketiga bacaan pada hari Minggu VI Paskah ini mengisahkan tentang peran Roh Kudus dalam kehidupan manusia. Dalam injil, Yesus menjanjikan seorang Penolong, yakni Roh Kebenaran untuk menyertai dan mendampingi para murid dalam pewartaan dan penyebaran injil. Roh ini akan diberikan untuk menguatkan para murid supaya tetap kuat dan mampu berkarya setelah Yesus beralih dari dunia ini dan meninggalkan mereka. Maka, dengan adanya Roh Penolong ini, para murid tidak merasa ditinggalkan seperti seorang yatim piatu, melainkan tetap merasakan kehadiran Yesus.
Roh Penolong dan Penghibur yang dijanjikan oleh Yesus adalah Roh yang berasal dari Bapa dan Putra (Yesus). Roh itu menjadi daya kekuatan yang akan menyertai para murid dalam setiap tindakan pewartaan dan kesaksian hidup mereka. Dunia tidak akan mampu mengenal dan melihat Roh itu, sebab dunia tidak percaya kepada-Nya dan kepada yang mengutus-Nya. Tetapi para murid mengenal dan melihat-Nya, sebab mereka percaya kepada-Nya dan kepada Dia yang mengutus-Nya. Karena itu, kehidupan kekal akan menjadi mahkota bagi mereka yang percaya kepada Roh Kebenaran yang datang dari Allah.
Roh Penolong yang dijanjikan oleh Yesus akan diberikan kepada setiap orang yang dengan sebulat hati mau mengasihi Yesus, memegang perintah-Nya dan melakukan-Nya. Apa yang dimaksud dengan ini? Setiap orang yang menamakan diri Kristen harus hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah dan melakukan kehendak-Nya. Setiap orang, yang karena iman akan Kristus yang bangkit, harus mampu memberi pertanggungjawaban kepada setiap orang yang meminta penjelasan tentang pengharapan yang dimiliki. Artinya, apa saja yang dapat membuat kita tetap mempunyai pengharapan dan keyakinan akan Allah yang benar, itulah yang harus kita pertanggungjawabkan dengan kesaksian hidup sehari-hari. Dan pertanggungjawaban itu pun harus dilakukan dengan kerendahan hati, kelemah-lembutan dan juga sikap hormat sehingga orang lain dapat melihat dengan jelas kesaksian dan pewartaan kita. Inilah salah satu tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang pengikut Kristus.

Dalam memberi kesaksian dan pewartaan ini, rasul Petrus mengingatkan kita pada konsekuensi dari tindakan yang kita buat, yakni penderitaan dari mereka yang tidak mau menerima pewartaan itu. Serentak dengan itu, Petrus juga meyakinkan kita untuk tidak takut atau merasa cemas dengan fitnahan, cemoohan dan penderitaan yang akan datang sebab Yesus sendiri pun telah terlebih dahulu mengalaminya dan bahkan Ia dibunuh, tetapi dibangkitkan oleh Roh. Di sini Petrus mau memberi tekanan bahwa Roh Kudus akan selalu hadir dan mendampingi kita dalam mewartakan kebenaran jika kita tetap mau berpaut dan tinggal serta mengharapkan kedatangan Roh itu. Roh Penolong akan berjalan bersama kita, di depan sebagai penuntun dan penunjuk jalan; di belakang sebagai penjaga; sebagai pelindung dari terik matahari dan hujan dalam perjalanan; pada malam hari menjadi terang dan cahaya yang menghalau kegelapan; dan menjadi tongkat di tempat (jalan) yang licin. Roh itu akan senantiasa memberi kehidupan, menjadi daya kekuatan, penghiburan dan sumber pengharapan sejati. Roh Penolong itu akan memampukan kita untuk dapat mewartakan kebenaran Allah, membawa penghiburan bagi sesama, memberikan pertolongan kepada yang susah, perlindungan kepada yang lemah, dan sebagainya.
Persoalannya adalah, sering kita kurang menyadari kehadiran Roh Allah dalam hidup harian kita. Kita lupa bahwa ada Roh Allah yang menyertai perjalanan hidup kita. Dalam situasi sulit, duka dan tak berpengharapan, kita sungguh kehilangan orientasi dan bahkan merasa seperti yatim piatu yang ditinggalkan oleh ayah-ibunya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebabnya adalah karena kita terlalu memusatkan diri dan totalitas hidup hanya kepada “aku”, diri kita sendiri. Tak pernah kita mampu melihat secara jelas Roh Penolong yang nyata-nyata hadir menemani dan mendampingi kita setiap saat. Akibatnya, kita merasa terpuruk dengan keadaan yang melanda kita.
Sebagai orang yang telah menerima Roh Kudus, melalui Sakramen Baptis, kita semua dituntut untuk dapat memberi pertanggungjawaban atas iman akan Kristus yang bangkit dan menjadi sumber hidup dan pengharapan kita. Dengan memberi kesaksian hidup sebagai seorang beriman, penderitaan dan fitnahan akan selalu menantang dan menghadang kita di jalan. Tetapi jangan takut dan percayalah bahwa Roh Penolong akan tetap mendampingi kita supaya kita tetap kuat. Dalam situasi hidup yang bagaimana pun, jangan pernah takut sebab Roh Allah akan hadir bila kita memohon kedatangan-Nya.
Ketika kita sakit, sedih, berduka, mintalah kedatangan Roh Penghibur untuk menemani dan menghibur kita dalam kesedihan dan kesusahan yang melanda kita. Dan jangan lupa pula untuk memohon kedatangan Roh Kudus di saat kita bahagia dan bersukacita supaya kita jangan hanyut dan terbuai oleh godaan dan bujukan setan. Kemudian, mulailah mewartakan kebangkitan Kristus kepada semua orang dengan membawa penghiburan kepada yang berduka, kasih sayang kepada yang membutuhkannya, makanan kepada yang lapar, pertolongan kepada yang menderita dan pengharapan kepada yang putus asa. Dengan demikian, Roh Penolong, Roh Kebenaran akan semakin dikenal dan dirasakan oleh banyak orang melalui kesaksian hidup kita. Semoga Roh Allah senantiasa memampukan kita untuk memberi pertanggungjawaban atas iman kita kepada Kristus dibangkitkan oleh Roh dan hidup kembali bersama Allah Bapa. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting