Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

“TERIMALAH KARUNIA ROH KUDUS.” (Kis 2:42-47; 1Ptr 1:3-9; Yoh 20:19-31)

 Fr. Michael A. Aritonang OFMCap

Setiap hari Minggu kedua Paskah, Gereja katolik memberikan hormat dan bakti akan kerahiman Tuhan Yesus. Dan ini dirayakan sebagai Pesta Kerahiman Ilahi. Yesus, dalam pesan-Nya kepada St. Faustina, menghendaki supaya Pesta Kerahiman Ilahi menjadi tempat perlindungan dan tempat bernaung bagi segenap jiwa-jiwa, teristimewa para pendosa yang malang. Lagi, Yesus berkata: “Aku akan mencurahkan suatu samudera rahmat atas jiwa-jiwa yang menghampiri kerahiman-Ku.” Salah satu gambaran kerahiman Allah disimbolkan dengan “Darah dan Air.” Darah mengingatkan kita pada kurban salib dan anugerah Ekaristi, dan Air melambangkan pembaptisan dan tanda karunia Roh Kudus.
Dalam injil hari ini, Yesus menghembuskan Roh Kudus-Nya kepada para murid untuk menguatkan mereka dalam pewartaan kebangkitan-Nya. Dengan menerima karunia Roh Kudus, para murid diutus untuk menjadi saksi atas kebenaran kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Sebelum Yesus menampakkan diri, para murid tidak berani keluar dari tempat persembunyian mereka kecuali karena sangat terpaksa. Mereka tinggal di suatu tempat dengan pintu yang terkunci sebab mereka takut kalau-kalau orang Yahudi datang dan semakin menggoyahkan iman mereka akan Yesus, Tuhan dan Guru, yang telah mati. Karena itulah mereka mengurung diri dan tak mau keluar dari tempat perkumpulan mereka.
Kehadiran Yesus yang menampakkan diri kepada para murid membawa harapan baru sebab Kristus tidak mati melainkan tetap hidup dalam keadaan yang baru, yakni sebagai Allah. Dengan hembusan Roh Kudus, para murid yakin bahwa Tuhan dan Guru mereka tidak pernah meninggalkan mereka, tetapi tetap ada dan mendampingi mereka setiap saat. Dalam situasi yang gawat, genting dan bahkan tak punya pengharapan inilah Yesus hadir dan menguatkan iman mereka kembali. Yesus memberi kekuatan kepada para murid melalui Roh Kudus yang dihembuskan kepada mereka. Yesus mengubah kehidupan para murid dari yang tidak berani menjadi berani; tidak berpengharapan menjadi berpengharapan; dan yang tidak percaya menjadi percaya, seperti Thomas Didimus. Sentuhan dan sapaan Yesus terhadap para murid menggerakkan mereka pada suatu keyakinan baru, yakni iman akan Kristus yang bangkit dan hidup.
Setelah menerima karunia Roh Kudus, para murid dikuatkan dan mampu menjalankan tugas perutusan mereka untuk mewartakan kebangkitan Kristus, Tuhan dan Guru mereka. Roh Kudus itu menjadikan mereka hidup sehati dan sejiwa dan berkumpul untuk memecahkan roti serta berdoa bersama. Melalui tindakan dan perkataan, mereka berani untuk memberi kesaksian iman akan Kristus yang bangkit di tengah-tengah bangsa Yahudi. Dan karena itulah banyak bangsa Yahudi yang percaya dan memberi diri dibaptis. Dan tiap-tiap hari, Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan dan diberi karunia Roh Kudus.
Sebagai orang beriman yang sudah dibaptis, kita semua telah menerima karunia Roh Kudus, yang membaharui seluruh hidup kita serta mengubah kita menjadi Putra-Putri Allah. Melalui Darah dan Air yang tercurah dalam Sakramen Baptis, Roh Kudus menguatkan kita supaya berani memberi kesaksian atas baptis yang telah kita terima. Namun, banyak orang kurang menyadari karunia Roh Kudus yang ada dalam diri mereka sehingga iman mereka pun akhirnya kering, dan tak berpengharapan. Mereka tak mampu lagi memberi kesaksian atas kebangkitan Kristus dan terpisah jauh dari Allah. Bila datang pencobaan dalam hidup, mereka tak lagi dapat bertahan untuk menghadapinya. Dan pelan-pelan mereka pun mengalami penderitaan sebab tidak lagi merasakan cinta Allah yang begitu besar kepada mereka. Mereka bahkan menilai bahwa Allah telah meninggalkan mereka, padahal sebenarnya manusia-lah yang meninggalkan Allah.
Karunia Roh Kudus dapat diterima kembali asalkan kita mau datang kepada kerahiman Allah. Kerahiman Allah akan mampu membawa kita keluar dari keterpurukan dan ketertutupan hati kita akan kebaikan-Nya. Kerahiman Allah akan mendatangkan keselamatan kepada kita asalkan kita mau kembali kepada-Nya. Allah tetap setia menunggu setiap orang yang dengan rendah hati mau berbalik kepada-Nya, sebab kerahiman-Nya tak akan berkesudahan sampai selama-lamanya. Dan Dia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada kita supaya kita mampu bertahan dalam setiap pencobaan yang datang sebagai konsekuensi iman akan Kristus yang bangkit. Maka, mari kita senantiasa kembali kepada kerahiman Allah, untuk menerima keselamatan dan karunia Roh Kudus supaya kita semakin berani menjadi saksi kebangkitan Kristus melalui perkataan dan perbuatan setiap hari. Dengan demikian, akan semakin banyak orang yang akan diselamatkan dan dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting