Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

“KEBANGKITAN KRISTUS YANG MENGHALAU SEGALA KEKECEWAAN DAN KEPUTUSASAAN.” (Kis 2:14.22-23: 1Ptr 1:17-21: Luk 24:13-35)

 Fr. Michael A. Aritonang OFMCap
Ketika seseorang yang kita cintai meninggal dunia, kita pasti merasa sangat terpukul dan putus harapan. Apalagi kalau selama ini kita sangat dekat dengan dia, luka batin kita pasti akan sangat sulit disembuhkan. Segudang pertanyaan seperti: “Mengapa dia begitu cepat meninggal? Mengapa Tuhan tidak memberi kesempatan untuk hidup yang lebih panjang kepadanya?” Frustrasi dan kekecewaan yang sangat mendalam melanda kita. Bahkan ada juga yang berkata: “Lebih baik aku mati saja, supaya bisa bertemu kembali dengan dia yang kucintai.” Namun, ketika yang meninggal itu datang menampakkan diri kepada kita lewat mimpi dan memberikan penghiburan kepada kita, luka yang ada selama ini menjadi sembuh dan kita pun semakin tenang, tidak lagi merasa kecewa atau putus asa.
Penampakan Yesus kepada dua murid di Emaus membawa pengharapan dan sukacita yang baru baik bagi mereka maupun bagi semua murid yang mendengar kesaksian mereka. Awalnya mereka memang tidak mengetahui siapa yang sedang berbicara bersama mereka dan bahkan heran, sebab Yesus tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada saat itu. Mata hati dan akal budi mereka ditutupi oleh sesuatu sehinga mereka tidak mampu mengenal Yesus. Keduanya masih merasa kecewa dan putus asa sebab Dia yang mereka harapkan sebagai penyelamat bangsa Israel, telah dibunuh oleh pemimpin agama mereka. Harapan mereka untuk memperoleh keselamatan dan pembebasan akhirnya sirna karena satu-satunya penyelamat mereka telah mati. Tidak ada lagi yang dapat mereka harapkan sebab Yesus yang sungguh-sungguh berkuasa dalam perkataan dan tindakan saja sudah mati, apalagi mereka yang tak dapat berbuat apa-apa. Di sinilah letak kekecewaan dan keputusasaan para murid.
Namun di tengah-tengah kekecewaan dan keputusasaan kedua murid yang mengungkapkan isi hati mereka, Yesus hadir untuk menguatkan dan memberi harapan baru kepada mereka, meskipun mereka belum mengenal Yesus pada saat itu. Baru sesudah Yesus mengulangi apa yang dilakukan-Nya pada Perjamuan Malam Terakhir, yakni pemecahan roti, mata dan pikiran mereka pun terbuka. Mereka akhirnya sadar dan mengenali Yesus, tetapi terlambat sebab Yesus sudah terlebih dahulu menghilang dari pandangan mereka. Meskipun demikian, para murid bukannya semakin putus asa melainkan semakin bersemangat dan mempunyai harapan baru sebab Tuhan dan Guru mereka tetap hidup dan menyertai mereka setiap saat meskipun mereka tidak menyadarinya.
Penampakan Yesus kepada para murid kemudian membawa efek yang sangat positif bagi seluruh murid. Mereka tak lagi menampakkan suatu perasaan yang kecewa dan putus asa karena kematian fisik Yesus tetapi semakin mengerti mengapa Yesus menderita dan mati di salib. Pelan-pelan mereka mulai mengerti isi Kitab Suci tentang Mesias yang harus mati untuk menebus dosa manusia tetapi akhirnya dibangkitkan oleh Allah. Dan mereka semakin yakin bahwa iman dan pengharapan mereka selama ini tidak sia-sia. Karena itulah mereka semakin gencar mewartakan kebangkitan Kristus melalui perkataan dan cara hidup yang menunjukkan mereka sebagai murid-murid Kristus yang bangkit. Para murid pun mulai mengajak orang banyak untuk percaya kepada Kristus yang bangkit dan menampakkan diri kepada mereka. Dan ini ditunjukkan oleh Petrus dalam bacaan pertama dan kedua yang mencoba untuk meyakinkan bangsa Israel untuk percaya kepada Kristus yang bangkit. Selain itu, Petrus juga berusaha untuk menunjukkan kebenaran nubuat Kitab Suci tentang Mesias, penyelamat yang dijanjikan oleh Allah.
Kristus adalah penyelamat yang menebus umat manusia dengan darah-Nya yang mahal, bukan dengan barang fana, atau emas atau perak dengan tujuan supaya iman dan pengharapan kita akan Allah semakin teguh. Dia menjadikan diri-Nya menjadi kurban bagi penghapusan dosa, supaya manusia percaya kepada satu-satunya Allah yang dapat menyelamatkan. Karya penebusan ini kita terima melalui pembaptisan dan kita rayakan setiap saat dalam Perayaan Ekaristi. Di sanalah misteri kurban paskah itu dihadirkan secara nyata. Dari kita diharapkan supaya tetap mampu mempertahankan iman dan pengharapan yang kita miliki sebagai orang-orang yang sudah ditebus dari dosa dan kematian. Kita dituntut untuk mampu menjadi pewarta kebangkitan Kristus yang mendatangkan keselamatan kepada semua orang yang mau percaya kepada-Nya.
Kebangkitan dan penampakan Kristus harus sungguh-sungguh kita nyatakan dalam kehidupan sehari-hari baik melalui perkataan maupun melalui cara hidup sebagai orang yang percaya dan beriman akan Kristus yang bangkit. Tidak cukup sampai di situ saja. Kita juga harus mewartakan kebangkitan Kristus kepada sesama yang ada di sekitar kita. Pewartaan itu dapat kita tunjukkan dengan cara membantu sesama yang berkekurangan, hidup damai dengan semua alam ciptaan, mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan dan bersedia mengakui kesalahan dan kelemahan, serta menjadi pembawa sukacita dan kegembiraan bagi orang-orang yang putus asa dan tiada berpengharapan. Dengan demikian, kebangkitan Kristus sungguh-sungguh membawa dampak positif serta mendatangkan keselamatan kepada kita dan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Semoga. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting