Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

YESUS ADALAH SUMBER AIR KESELAMATAN BAGI SEMUA ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA (Kel 17:3-7; Rm 5:1-2.5-8; Yoh 4:5-42)

Fr. Michael A. Aritonang OFMCap

Air merupakan unsur yang sangat vital, mahapenting, yang dapat memberikan kesegaran, kesejukan dan kepuasan bagi semua makhluk hidup. Air digunakan untuk menyiram tanaman, untuk mandi, memasak, mencuci, memuaskan rasa dahaga, dan sebagainya. Tanpa air, rasanya setiap makhluk hidup tidak akan dapat bertahan lama dalam hidupnya. Misalnya, tanah dan tanaman yang tak pernah disirami air, dengan sendirinya akan terlihat kering dan tandus; binatang dan manusia yang tak minum air selama beberapa hari, pelan-pelan akan mati kehausan. Sekali lagi, air sangat penting untuk menopang kehidupan setiap makhluk hidup.
Dalam injil hari ini,Yesus menyatakan diri sebagai Air Hidup kepada perempuan Samaria yang berbicara dengan-Nya. Dalam sejarah dunia Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi dan orang Samaria saling bermusuhan. Orang Samaria hidup di sebelah barat Sungai Yordan. Mereka tidak menerima keistimewaan Bait Allah (tempat peribadatan orang Yahudi); Kitab Suci mereka adalah kelima Taurat Musa (Pentateukh Samaritania); Menyembah Allah (beribadat) di Gunung Gerizim; dan tidak menerima penantian Mesias yang berasal dari keturunan Daud. Orang Yahudi menyembah Allah di Bait Allah, di Yerusalem dan menganggap diri sebagai suku atau bangsa Yahudi asli. Mereka menganggap orang Samaria sebagai orang kafir karena perkawinan campur mereka dengan bangsa asing di luar Yahudi. Keturunan mereka tidak asli Yahudi lagi. Karena itu semua, muncullah perselisihan (permusuhan) di antara orang Samaria dan orang Yahudi.
Di atas telah dijelaskan bahwa orang Yahudi dan orang Samaria tidak mempunyai relasi yang begitu baik, melainkan saling bermusuhan. Dalam perjalanan-Nya dari Yerusalem menuju Galilea, Yesus melintasi daerah Samaria, daerah yang merupakan wilayah musuh. Sebenarnya ada dua jalan dari Yerusalem ke Galilea; yang satu melintasi wilayah Yerikho (jalan panjang kira-kira 12 jam jalan kaki) dan yang lain melintasi wilayah Samaria (jalan pendek kira-kira 8 jam jalan kaki). Biasanya, orang Yahudi tidak akan pernah melintasi daerah Samaria dan akan mengambil jalur panjang karena permusuhan tadi.
Mengapa Yesus “harus” lewat melintasi wilayah daerah Samaria padahal masih ada jalur lain yang dapat ditempuh? Dalam hal ini bukan alam yang mengharuskan Yesus lewat Samaria, tetapi keharusan ilahi untuk menyatakan siapa diri-Nya. Artinya, Yesus ingin mendobrak persatuan atau persaudaraan yang hanya dibentuk oleh suku, agama, ras, golongan dan kepentingan yang sama. Yesus ingin menunjukkan universalitas penyelamatan yang diwartakan-Nya. Keselamatan yang diwartakan oleh Yesus adalah keselamatan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya sebagai satu-satunya penyelamat yang dijanjikan.
Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria bukanlah suatu hal yang biasa terjadi di kalangan Yahudi dan Samaria. Karena itulah perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus: “Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Dalam hal ini, perempuan Samaria tahu betul adat istiadat tentang apa yang tidak boleh dilakukan berhadapan dengan orang-orang Yahudi. Untuk menjawab pernyataan perempuan Samaria ini, Yesus memberitahukan tentang air hidup dan akan memberikan air yang sifatnya lain bagi siapa saja yang meminumnya. Air dalam bahasa Yesus adalah kurnia Allah yang akan diberikan kepada  semua orang yang percaya kepada-Nya. Air hidup ini akan menjadi sumber keselamatan, mata air hidup yang akan memancar terus menerus dalam diri orang yang percaya kepada-Nya. Air hidup itu akan memberikan kelegaan dan kepuasan bagi mereka yang haus akan Allah dalam hidupnya. Dan Yesus ingin menunjukkan bahwa Dialah sumber Air Hidup itu. Ini merupakan suatu simbol untuk menyatakan siapa diri Yesus kepada perempuan Samaria itu.
Konsep tentang Air Hidup yang dimaksudkan oleh Yesus ternyata disalahmengertikan oleh perempuan Samaria itu. Dia mengartikan Air Hidup hanya sebagai air materi saja. Konsepnya tentang air terbatas pada apa yang kelihatan, mata air yang mengalir seperti biasa dimengerti oleh banyak orang. Sementara yang dimaksudkan oleh Yesus adalah lain. Yang meminum air dari mata air dunia ini, akan merasa haus lagi. Tetapi air yang akan diberikan Yesus adalah air yang akan memberikan kepuasan dan kelegaan sampai selama-lamanya. Orang yang minum dari Air Hidup yang diberikan Yesus tidak akan pernah merasa haus lagi, melainkan akan merasa disegarkan dan dipuaskan setiap saat.
Apa aplikasi yang dapat kita ambil dari ketiga bacaan pada hari ini? Sering dalam perjalanan hidup ini, kita cenderung ingin tinggal pada apa yang kita pandang secara kasat mata, yang sifatnya sementara saja. Dan kita sering memandang yang kasat mata itu sebagai satu-satunya tujuan akhir hidup kita, hal yang paling penting untuk kita. Kita tidak ingat bahwa dibalik semua yang kelihatan itu, ada hal lain yang lebih penting lagi. Kita lupa bahwa Allah senantiasa hadir di dalam kehidupan kita dan dengan cara-Nya sendiri, Dia akan menuntun dan menyelamatkan kita. Inilah hal yang kurang dimengerti baik oleh bangsa Israel, perempuan Samaria, maupun oleh manusia zaman ini.
Hal yang sama juga dipraktikkan oleh bangsa Israel ketika mereka di padang gurun di Masa dan di Meriba. Di sana, bangsa Israel mencobai Allah karena pada saat itu, mereka kekurangan air. Perjalanan panjang mereka yang selama ini selalu menerima berkat dan perlindungan dari Allah dilupakan begitu saja, hanya karena air. Mereka dibutakan oleh kebutuhan sesaat saja. Mereka tidak sadar baha itu bukalah hal yang paling inti dalam hidup mereka. Lebih lanjut, mereka kurang percaya bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu bila Dia menghendakinya. Dan inilah salah satu bentuk keberdosaan bangsa Israel terhadap Allah. Mereka menonjolkan “ke-aku-an” atau keegoisan pribadi mereka masing-masing dan akhirnya melupakan Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering tinggal hanya pada pandangan dan kebutuhan sesaat saja tanpa melihat hal-hal yang sebenarnya harus menjadi fokus utama kita. Akibatnya, kita pun berdosa. Dosa pun akhirnya menghalangi dan merusak relasi baik kita dengan Allah. Meskipun demikian, kita masih dapat memperbaiki dan memulihkan hubungan baik kita dengan Allah. Caranya adalah dengan bertobat dan kembali percaya kepada-Nya dengan segenap hati. Iman dan pengharapan yang benar akan Allah akan menyelamatkan kita dari hukuman atas dosa-dosa kita. Seperti kata rasul Paulus: “Iman dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah… Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Artinya, Kristus akan menyelamatkan kita dari dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan bila kita mempunyai iman dan pengharapan yang teguh kepada-Nya.
Yesus Kristus adalah sumber air hidup yang akan memberikan keselamatan dan air hidup untuk memuaskan dan melegakan dahaga kita. Dari pihak kita dituntut pertobatan dan penyerahan diri secara utuh dan total supaya karya penyelamatan itu terjadi atas kita. Maka, mari kita dalam masa Prapaskah ini semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menyerahkan diri, kehendak dan rencana kita sepenuhnya hanya kepada-Nya. Mari menanggalkan topeng keangkuhan, kemunafikan dan kesombongan kita masing-masing untuk mendapatkan air hidup yang dijanjikan Kristus kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Tanpa itu semua, mustahil karya keselamatan akan terjadi dan semua iman serta pengharapan kita akan sia-sia. Semoga Allah senantiasa mendampingi kita dan Bunda Maria serta para kudus Allah tetap mendoakan kita semua dalam mencari dan menemukan air hidup dari sumber air keselamatan, yakni Yesus Kristus. Amin.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting