Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

MARIA BUNDA ALLAH, BUNDA SEMUA ORANG BERIMAN


Fr. Michael A. Aritonang OFMCap

Bacaan I          : Bil 6:22-27
Bacaan II        : Gal 4:4-7
Bacaan Injil     : Luk 2:16-21

Setiap manusia dilahirkan dari rahim seorang wanita. Setelah melahirkan, wanita tersebut akan dipanggil dengan sebutan ibu oleh anak yang telah dilahirkannya. Peran seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya sangat besar dan tak ternilai jasa yang telah diberikannya. Dia harus mengandung selama sembilan bulan dan harus menjaga kandungannya sebaik-mungkin jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga harus berjuang untuk melahirkan anak yang selama ini dikandungnya. Dan setelah melahirkan, dia juga harus menjaga, merawat, memberi makan dan minum, memandikan, dan sebagainya. Yang pasti, seorang ibu tak henti-hentinya bekerja untuk mendidik dan membesarkan anaknya. Seluruh hidupnya dipertaruhkan asalkan anak-anaknya bisa bahagia dan berhasil.
Hari ini Gereja katolik merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Bunda Maria mendapat penghormatan khusus, istimewa, dari Gereja Katolik sebagai Bunda Allah karena dia telah rela menjadi Bunda Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Bunda Maria berperan dalam rencana keselamatan Allah dengan menjadi ibu bagi Putra Allah. Bagi manusia, hal ini tidak mungkin, sebab tidak mungkin Putra Allah bisa dikandung oleh seorang manusia, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin. Bunda Maria dipilih untuk menjadi sarana Allah untuk menyatakan rencana-Nya, yakni keselamatan bagi manusia.
Injil hari ini berbicara tentang berita kelahiran Yesus yang diwartakan malaikat kepada para gembala. Mereka mendapat kunjungan dari malaikat Allah yang datang untuk memberitakan kelahiran Yesus dan menyuruh mereka untuk pergi ke tempat di mana Yesus dilahirkan. Dan apa yang mereka dengar dari malaikat itu, sesuai dengan apa yang mereka lihat. Semua orang heran ketika mendengar perkataan para gembala itu tentang apa yang dikatakan malaikat kepada mereka. Dan keheranan itu akhirnya mendatangkan sukacita bagi mereka semua dan para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya.Kelahiran Yesus membawa kegembiraan dan sukacita kepada semua orang yang melihat dan yang percaya kepada-Nya, dan kemuliaan bagi Allah di surga.
Apa sesungguhnya yang membuat Maria menjadi istimewa di mata Tuhan sehingga dia dipilih menjadi Bunda Putra Allah? Pertama, iman. Di mata Allah, Maria mempunyai iman yang benar dan sempurna. Maria tidak pernah sedikitpun ragu akan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dia yakin dan percaya bahwa Allah tak pernah menjauh atau meninggalkan semua orang yang berharap kepada-Nya. Maria yakin dan sangat percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dan itulah sebabnya Maria berani berkata: “Ya” kepada malaikat yang datang meminta kesediaannya untuk menjadi Bunda Putra Allah. Iman kemudian melahirkan pengharapan akan penggenapan janji Allah yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Dalam perjalanan hidupnya, Maria tidak pernah berhenti berharap kepada Allah. Dan itu dilakukannya dalam doa setiap hari. Bagi Maria, doa menjadi yang paling utama, sebab dalam doa, dia dapat bertemu dan berkomunikasi dengan Allah yang memberikan iman kepadanya. Dan aplikasi dari doanya adalah perbuatan kasih. Ungkapan ya kepada Allah merupakan tindakan nyata kasihnya, buah dari doa dan pengharapannya, yang diwujudkannya dengan mencintai sesama, di antaranya adalah membantu Elisabet di usia kehamilannya yang sudah tua.
Kedua, ketulusan dan kerendahan hati. Maria dikenal sebagai orang yang sangat rendah hati, yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Ketulusan dan kerendahan hati inilah yang mendorong Maria untuk berani berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Maria tidak menolak apa yang dikehendaki Tuhan terjadi padanya. Dia sungguh-sungguh tahu mana yang paling utama. Bagi Maria, kehendak Allah-lah yang paling utama dibandingkan dengan kehendak pribadinya. Memang bisa saja Maria menolak, tetapi di sisi lain, dia seolah-olah tidak sanggup melakukannya, sebab bila dia menolaknya, rencana keselamatan Allah bagi manusia tidak akan terlaksana. Karena itulah Maria dengan tulus dan rendah hati mau mengatakan ya atas kehendak Allah.
Ketiga, rela berkorban. Iman, ketulusan dan kerendahan hati menuntut semangat untuk rela berkorban. Maria dituntut untuk mempertanggungjawabkan iman yang diberikan oleh Allah kepadanya dengan sikap rela berkorban. Sebagai Bunda Putra Allah, Maria mendapatkan banyak penderitaan dan harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Semangat pengorbanannya tampak dalam perjuangannya yang harus membawa kanak-kanak Yesus mengungsi ke Mesir sampai Herodes mati, ditolak oleh Yesus ketika di Bait Allah, sampai harus melihat putranya sendiri wafat di salib. Semuanya itu dilakukan demi cintanya kepada Allah supaya keselamatan manusia terwujud. Dan dia menyimpan semuanya itu dalam hatinya dan merenungkannya.
Yang menjadi pertanyaan bagi kita saat ini adalah, sudahkah kita mencoba meneladani Maria dalam iman, ketulusan dan kerendahan hati serta sikap rela berkorban? Kalau sudah, mari kita semakin meningkatkan dan mempertahankannya. Kalau belum, mari kita berefleksi kembali. Mari kita merenungkan diri kita sebagai pengikut Tuhan. Sudah sanggupkah kita mengatakan ya atas kehendak-Nya? Sudahkah kita menunjukkan cinta kasih kita kepada Allah dan sesama? Masih tepatkah aku disebut sebagai pengikut Kristus?

Tahun baru merupakan masa awal di mana kita harus memperbaharui seluruh diri kita, sikap dan tindakan kita. Saat inilah kita harus mampu membuat diri kita sanggup membuat segala sesuatunya menjadi baru, bukan hanya tampilan luar saja, tetapi terutama tampilan dari dalam hati kita. Maka, mari kita berusaha untuk semakin memperbaharui diri supaya kehendak Allah benar-benar terjadi atas diri kita. Kita mohon bantuan Bunda Maria untuk senantiasa mendampingi dan mendoakan kita dalam peziarahan menuju tanah air surgawi. Semoga. Amin. 
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting