Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

KRISTUS RAJA MODEL TUGAS PELAYANAN ORANG KRISTEN (2 Sam 5:1-3; Mzm 122:1-2.4-5; Kol 1: 12-20; Luk 23:35)

Barangkali perlu direnungkan situasi sosial yang sedang terjadi di negara kita akhir-akhir ini. Hal yang paling mencolok adalah perebutan kekuasaan. Situasi politik yang sedang memanas menimbulkan berbagai polemik. Politik telah mengeksploitasi masyarakat dengan  Isu SARA. Tampaknya isu SARA dengan gampang dapat dijadikan menjadi senjata ampuh untuk menghancurkan lawan. Tanpa disadari, penggunaan isu SARA sebagai senjata politik secara tidak langsung akan memecah belah kesatuan bangsa. Selain itu, bagi kita tidak asing lagi money politic: calon beromba merebut suara dengan memberi bayaran terbesar. Tujuan yang hendak dicapai adalah kemenangan. Dengan kemenangan seorang pemimpin menjadi “penguasa”. Setelah berkuasa, mereka bertindak sesuka hati. Mereka tidak menjadi pelayan, melainkan pemerintah yang menguntungkan diri sendiri dan orang-orang yang dekat kepadanya.
Jika kita renungkan sejenak, bagiamana mungkin seseorang ingin berkuasa namun menggunakan cara yang tidak tepat? Apa sebenarnya yang dicari dari sebuah gelar kepemimpinan?  Inikah sebuah kepemimpinan yang diharapkan oleh orang Kristen?
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang penyaliban Yesus. Lukas menampilkan sikap para pemimpin Yahudi dan prajurit yang mengejek, mengolok-olok dan menghujat kerajaan Yesus. Dalam ejekan itu, mereka menyebut Yesus sebagai ‘yang terpilih’ bukan sebagai raja Israel. Namun salah seorang penjahat yang ikut tersalib mengakui bahwa keselamatan datang dari Dia yang tersalib. Ia meminta untuk mengingat dia jika Yesus telah memulai kerajaan-Nya. Yesus menjanjikan firdaus tempat keselamatan kepadanya. Pengakuan penjahat ini merupakan teladan umat yang percaya pada-Nya. Allah tidak hanya menolong raja bangsa Yahudi, tetapi dengan kematian-Nya Ia tertuju kepada semua orang.
Hari ini kita merayakan Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Yesus Kristus adalah raja. Bagaimana bentuk kerajaan yang ditawarkan oleh Yesus? Gelar Raja yang dikenakan kepada Yesus bukan suatu jabatan, melainkan suatu tugas untuk pelayanan. Ini adalah suatu terobosan baru pada masa Yesus. Banyak orang bertanya-tanya mengapa Yesus melakukan hal demikian. Di sekitar kita, barangkali masih sering kita jumpai bahwa orang yang diangkat menjadi pemimpin cenderung hanya memerintah. Dari kursi, ia memerintah para anggotanya. Sementara di daerah maju, orang yang diangkat menjadi pemimpin justru lebih aktif. Selain memberi perhatian pada kariernya, mereka juga menyempatkan diri memperhatikan orang-orang kecil (terpinggirkan). “Sebuah perkataan bisa saja terlupakan, namun perilaku baik akan selalu dikenang.”
Banyak tantangan yang kita hadapi untuk menghadirkan Kerajaan Kristus. Salah satu hal yang membuat kita sering miris dan sedih  adalah adanya pemaksaaan kehendak. Biasanya umat berkeluh kesah “Pastor Paroki kami hanya memerintah, tidak mau turun ke lapangan, tidak mengumat, tidak ramah, asyik sendiri, marah-marahlah, dsg.” Sebagai umat beriman harus juga disadari posisi sebagai raja. Sejak menerima sakrammen Baptis, umat beriman memiliki tiga tugas yakni sebagai imam, nabi dan raja. Oleh kerena itu, hendaknya tugas raja yang kita miliki digunakan untuk melayani sesama dan untuk memuliakan Tuhan. Kita harus melahirkan kesadaran baru bahwa kepemimpinan bukanlah suatu  kekuasaan untuk memeras, menindas, dan bertindak sesuka hati. Dengan kasih, doa, dan cara yang beradab kepemimpinan hendaknya dilihat dalam teropong pelayanan. Kebenaran Yesus Kristus Raja kita, yakni tidak kompromi dengan dosa dan tindakan-tindakan yang menghakimi sesama.  

 Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus adalah Raja segala raja. Di sepanjang zaman, banyak orang dari segenap penjuru dunia mencari Dia dan menyembah Dia. Kita harus menjadikan Dia sebagai Raja yang mengontrol seluruh kehidupan kita. Kita harus menjadikan Dia sebagai Raja untuk disembah. Marilah kita menyambut TUHAN YESUS RAJA SEMESTA ALAM. (Fr. Bonaventura Tamba OFM Cap)
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting