Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

PERTOBATAN DAN IMAN

Pertobatan dan Iman Kepada Allah
Luk 11: 29-32
(Fr. Pius Silaban OFMCap)
Hasil gambar untuk pertobatan anak hilang-image

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melakukan hal-hal yang tidak baik, kita sering melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat orang lain menjadi sakit hati kepada kita. Kita juga sering kurang sadar akan  kesalahan-kesalahan apa yang sudah kita lakukan kepada orang lain sehingga kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Tetapi, kita juga sering melakukan kesalahan dengan sadar tetapi kita tidak mau mengubahnya. Kita lebih sering tenggelam dan terhanyut dalam kesalahan-kesalahan yang kita lakukan sehingga kita menjadi sulit untuk membebaskan diri dari segala perbuatan-perbuatan yang kurang baik yang ada dalam diri kita. Dalam bacaan Injil hari ini kita melihat beberapa tokoh yang menjadi motivator untuk diri kita masing-masing. Mereka dulu  merupakan orang-orang yang tidak taat atau berdosa kepada Allah tetapi mereka mau bertobat dan mengubah sifat mereka menjadi lebih baik. Misalnya: Nabi Yunus. Dulu ketika dia dipanggil Allah dia hendak melarikan diri dari hadapan Allah. Tetapi, dia menjadi sadar akan kesalahan-kesalahannya yang dia lakukan kepada Allah setelah mengalami beberapa mukjizat dari Allah. Akhirnya, dia menjadi yang beriman kepada Allah. Begitu juga dengan orang Niniwe mereka juga orang yang bertobat dan kembali kepada Allah ketika mendengarkan pemberitaan Yunus. Tokoh-tokoh yang ada dalam kitab suci ini mau mengatakan bahwa pertobatan itu sangat penting. Bertobat itu artinya adalah membaharui diri agar lebih baik. Selain pertobatan, tokoh-tokoh yang ada dalam bacaan Injil hari ini juga mau menunjukkan iman mereka yang begitu besar kepada Allah. Kita selaku orang-orang yang beriman kepada Allah kita harus bertobat. Kita harus dapat mengubah sifat-sifat kita yang buruk dan kita harus semakin beriman kepada Allah. Karena kalau kita bertobat dan semakin beriman kepada Allah berarti kita mendapat rahmat, dan anugerah dari Allah. Beriman juga merupakan suatu kegiatan manusiawi kita. Beriman kepada Allah berarti bahwa kita semakin berusaha untuk mengenal lebih baik siapa sebenarnya Allah itu.
Dalam kehidupan kita sehari-hari cara meraih iman itu sangat banyak cara. Misalnya: dengan meminta bantuan rahmat dan pertolongan batin Roh Kudus. Supaya  iman kita lebih kuat iman harus  didasari oleh cinta kasih. Karena iman yang tanpa di dasari oleh cinta kasihakan membuat diri kita menjadi hampa dan tak berguna. Iman tanpa didasari cinta kasih akan membuat diri kita masing-masing menjadi egois. Kita akan menjadi lupa siapa sebenarnya yang membuat kita dapat berhasil dan kita juga akan lupa siapa sebenarnya diri kita. Iman yang tidak didasari cinta kasih juga dapat membuat kerugian dalam diri kita masing-masing. Misalnya: anugerah-anugrah yang kita terima selama ini dari Allah akan dapat hilang sehingga kita tidak bernilai atau tidak berharga lagi di mata orang lain.

Maka kita sebagai umat beriman yang hidup pada zaman sekarang ini, iman kita harus lebih besar kepada Allah khususnya dalam menghadirkan Kristus dalam diri kita masing-masing. Kita tidak boleh terhanyut pada kemajuan teknolgi yang semakin canggih. Kita juga harus membuat sebuah prinsip dalam diri kita, kalau teknologi semakin canggih berarti  iman kita juga harus semakin lebih kuat, besar, dan mendalam kepada Allah.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting