Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Aku Datang Bukan untuk Membawa Damai Tetapi Pertentangan (Luk 12: 49-53)



Ayat-ayat Injil hari ini sering dijadikan bahan penyerangan oleh orang yang tidak beriman, kepada orang Kristiani. Dikatakan bahwa Yesus bukan membawa damai di bumi. Api dalam Kitab Suci lebih melambangkan pada karya Roh Kudus yang mengobarkan semangat dalam diri orang beriman. Setelah peristiwa Pentakosta di Yerusalem, maka karya Roh Kudus semakin terasa untuk mendorong orang minta dibaptis dan menjadi murid-murid Kristus.
Menjadi pengikut Kristus pada zaman Gereja purba sampai hari ini pun masih tidak mudah, tidak mudah bukan karena persyaratan yang diminta, tetapi tidak mudah karena harus berani mengambil keputusan untuk siap dikucilkan, siap disisihkan dari lingkungan orang yang tidak beriman.
Pertentangan yang muncul bukanlah dari pihak Kristus dan pengikutnya, tetapi dari pihak dunia yang tidak mengenal Kristus. Seseorang yang mengambil keputusan untuk menjadi Kristen pada hal keluarganya bukan Kristen, maka ia harus siap untuk dilawan, untuk disisihkan, dan disingkirkan. Harus merelakan hak warisan, merelakan untuk tidak dianggap lagi sebagai anggota keluarga, dan sebagainya. Itulah yang dimaksudkan dengan ayah melawan anaknya laki-laki, dan seterusnya.
Menjadi murid Kristus adalah menjadi orang-orang yang dimerdekakan, menjadi orang yang mempunyai kebebasan penuh untuk berbuat kebaikan. Bebas berbuat baik tanpa dibatasi oleh aturan, tetapi berbuat baik karena mengasihi dan karena hati nurani. Perbuatan baik orang Kristiani tidak dibatasi oleh suku, agama, bangsa, saudara atau musuh, semua mendapat hak yang sama untuk kita perlakukan dengan baik.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting