Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Kejarlah Kebijaksanaan! (Am 8:4-7; 1Tim 2:1-8; Luk 16:1-13)

Saudara-saudari terkasih, kita pasti mengenal dan membutuhkan uang bahkan bekerja keras untuk mencarinya demi pemenuhan kebutuhan hidup. Uang baik adanya kalau dipergunakan dengan baik. Akan tetapi banyak juga orang yang telah disesatkan oleh uang (marrara do simalolong ni jolma mamereng hepeng). Orang yang paling sering berhubungan dengan uang adalah para bendahara atau ekonom. Hari ini, dalam bacaan Injil, kita akan mendengar pengajaran Yesus melalui suatu perumpamaan, yakni perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur (Luk 16:1-13).

            Saudara-saudari terkasih, melalui perumpamaan bendahara yang tidak jujur ini, Yesus mau mengajarkan para murid-Nya akan tiga hal yakni, bijaksana dalam menggunakan harta kekayaan, setia dalam hal-hal yang kecil dan menaruh loyalitas kepada Yesus sendiri. Sikap bijaksana atau cerdik sangat ditutuntut oleh Yesus dari para murid-Nya dalam mengelola harta kekayaan. Para murid harus mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur. Artinya, harta duniawi itu penting asal dipergunakan dengan baik dan bijaksana. Tuntutan Yesus ini bisa juga dihubungkan dengan perintah Yesus kepada para murid agar mereka bersikap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10:16). Yesus memuji bendahara yang tidak jujur karena bendahara itu telah meniadakan upahnya agar ia bisa diterima oleh orang lain ketika tuannya akan memecatnya. Bendahara itu mencari solusi akan krisis di masa depan. Ia tidak putus asa tetapi mencari solusi yang tepat dengan menggunakan akal budinya. Sikap setia juga sangat dituntut oleh Yesus dari para murid-Nya, sebab siapa yang setia dalam hal atau urusan kecil ia juga setia dalam hal-hal besar. Jika para murid tidak setia dan benar dalam mengelola harta duniawi, mereka tidak dipercayakan akan harta yang sesungguhnya. Selanjutnya, para murid juga diminta supaya menaruh loyalitas kepada Yesus, sebab seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Jika para murid menempatkan mamon dalam tempat yang pertama otomatis Tuhan ditempatkan dalam posisi yang kedua. Para murid harus mengabdi kepada Tuhan dan menempatkan-Nya pada posisi pertama.
            Saudara-saudari terkasih, sebagai pengikut Yesus, sikap bijaksana dan tulus sangat dituntut dari kita, khususnya dalam mengelola harta benda atau kekayaan kita sebagaimana juga diungkapkan dalam bacan pertama (Ams 8:4-7). Dengan mempunyai kebijaksanaan, kita akan mampu mengerti perkara-perkara surgawi. Harta kekayaan tidak boleh kita jadikan sebagai sarana untuk menindas orang yang lemah. Harta kekayaan juga tidak boleh kita jadikan sebagai tuan dalam hidup kita tetapi kitalah yang menjadi tuan atas harta yang kita miliki. Selain itu, kita juga dipanggil untuk aktif mencari solusi dikala kita menghadapi masalah atau krisis dalam hidup kita, sebab kita dianugerahi akal budi, hati, kemampuan untuk bertindak dan juga pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4). Salah satu ciri pengikut Yesus adalah tidak gampang menyerah. Mari bangkit mancari solusi dan menaruh keyakinan kita kepada Allah bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita tetapi akan dengan rela hati membantu kita dengan berbagai cara ketika mengalami krisis dalam hidup, iman, keluarga, karya dan lain-lain. (JD)
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting