Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

BRUDER DEO GRATIAS: SANTO FELIX DARI CANTALICE (1515-1587)



Santo Felix dilahirkan di Cantalice di daerah Apulia, Italia. Dia berasal dari sebuah keluarga petani yang saleh. Sejak berumur 12 tahun dia sudah bekerja, pertama-tama sebagai seorang gembala, kemudian sebagai tukang bajak. Selagi dia masih berusia muda sekali, Felix sudah biasa bermeditasi di tengah-tengah kesibukan kerjanya dan dengan cepat sampai pada tingkat kontemplasi tinggi.
Ia masih tetap belum yakin mengenai panggilannya untuk masa depan, sampai Penyelenggaraan Ilahi memberikan kepadanya suatu sentuhan. Pada suatu hari ketika sejak membajak, Felix diseruduk oleh dua ekor banteng muda sampai-sampai bajaknya terlempar langsung ke arah dirinya, tetapi secara ajaib Felix sedikit pun tidak terkena, apalagi terluka. Sebagai rasa syukurnya kepada Allah, Felix langsung pergi ke sebuah biara Kapusin untuk diterima sebagai seorang bruder (saudara awam).
Sebagai seorang postulan muda, spiritualitas Felix dikenal baik oleh para saudara dina Kapusin dalam komunitasnya. Di Roma Felix bertugas mengemis makanan dan meminta derma, tugas mana dilakukannya selama 40 (empat puluh) tahun. Baik kepada semua orang yang memberikan derma maupun mereka yang tidak memberikan derma,  Bruder Felix selalu mengucapkan terima kasih dengan menggunakan dua patah kata, yaitu Deo Gratias (Syukur kepada Allah). Dengan begitu oleh komunitas lokalnya Felix dipanggil dengan nama Bruder Deo Gratias. Dan, dia memang kemudian dikenal dan terkenal dengan nama itu: Bruder Deogratias.
Bruder Deo Gratias sangat sederhana, banyak berdoa dan selalu sopan, sehingga disenangi rakyat kecil. Ia juga sangat disenangi dan dihormati oleh orang-orang kudus semasanya, misalnya Santo Filipus Neri (1515-1595; seorang imam praja pendiri perhimpunan oratorium dan tokoh pembaharuan Gereja) dan Santo Karolus Borromeus (1538-1584; Kardinal Uskup Milano yang juga anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus [sekarang: OFS]). Dua orang tokoh yang baru disebutkan ini sering mengunjungi Bruder Felix untuk meminta nasihat-nasihat.
Bruder Deo Gratias dianugerahi berbagai karunia luarbiasa. Banyak sekali orang sakit menjadi kembali sehat karena diberikan Tanda Salib oleh bruder yang sederhana ini. Seseorang yang sudah mati dihidupkannya kembali dan dikembalikan kepada sang ibu. Nasihat-nasihatnya yang berisikan solusi dicari banyak orang, terutama dalam kasus-kasus yang amat rumit. Tetapi Saudara Felix sendiri tetap memandang dirinya sebagai orang yang tak berguna. Copycat-nya Bapak Serafik kita?
Pada saat-saat menghadapi Saudari maut badani Bruder Felix dihibur oleh Bunda Maria yang menampakkan diri dalam sebuah penglihatan. Ia wafat pada Hari Raya Pentakosta, 18 Mei 1587. Ada mukjizat-mukjizat yang tercatat sebagai hasil doa syafaat Bruder Deo Gratias ini. Paus Urbanus VIII mengangkatnya menjadi seorang beato dan Paus Clement XI mengkanonisasikan Santo Felix pada tahun 1709. Pesta/peringatannya dirayakan oleh Gereja pada tanggal 18 Mei. Santo Felix dari Cantalice, doakanlah kami!
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting