Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Setia! (Lukas 12: 35-38)

“Hendaklah pinggangmu tetap terikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti  orang- orang yang menanti nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya”

            Setia merupakan kata yang begitu sering kita dengar. Kata setia dapat kita temukan dalam syair- syair lagu (rohani atau non pop), puisi atau dalam bentuk tulisan- tulisan yang terdapat dalam media tertentu. Tentu makna dari kata tersebut tergantung pada maksud dari orang yang melukiskannya. Secara sederhana setia dapat diartikan sebagai sebuah sikap yang menunjukkan bahwa seseorang dengan mudah saja mau melakukan apa yang telah menjadi tanggungjawab yang telah diterima dari semula. Adapaun bentuk tanggungjawab tersebut dapat berupa tugas (rutinitas) atau semacam keputusan  yang telah diambil. Maka, makna setia disini adalah mau menunjukkan suatu sikap konsisten. Keberhasilan kita dalam mencapai hal tersebut diukur dari seberapa besar kekonsistenan kita.
          Pesan Yesus dalam Sabda-Nya pada hari ini sangat mudah untuk kita mengerti tanpa harus bergulat melalui eksegese dalam menjelaskannya. Yesus hanya ingin kita bersikap setia dalam hidup kita sehari- hari. Setia memakai ikat pinggang dan menyalakan pelita. Ikat pinggang adalah sarana bagi kita agar pakaian  kita dapat kokoh melekat di tubuh. Sedangkan pelita adalah sarana penuntun agar kita dapat melewati kegelapan jalan. Sehingga apapun yang mau kita lakukan berjalan dengan lancar. Tetapi walaupun demikian sederhana pernyataan Yesus tersebut, tidaklah selalu demikian dalam pelaksanaannya. Bersikap setia itu memang mulia, akan tetapi dibutuhkan suatu perjuangan agar mampu bertahan dalam menjalaninya.
            Salah satu kunci keberhasilan dalam hidup ini adalah setia pada tekad (it’s loyal to your dream). Agar mimpimu berhasil,setialah pada apa yang telah kamu mulai dalam hidup ini.  Hidup dalam ketekunan dan dalam kasih sejati. Setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan peran masing- masing. Setia berlaku siap sedia dalam menjalani dan menghadapi setiap gerak hidup yang terjadi. Yesus berpesan :agar ketika pintu diketuk, kita didapati setia. Sehingga dengan kita setia pada apa yang telah kita mulai akhirnya akan mendatangkan kebahagiaan. Berbahagialah hamba yang didapati tuannya tetap berjaga. Jikalau kita tidak setia maka harapan kita akan hilang. Maka, agar hal tersebut tidak terjadi kita harus bertekun dalam doa dan mengamalkan yang baik dalam hidup setiap hari. Sehingga kita dengan penuh harapan dapat menghadapi masa depan yang tak terduga.Setia itu terpenuhi melalui ketekunan.


Fr. Antonius Sihotang OFM Cap

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting