Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Sabda Allah Sangat Mahal (Luk 10:13-16)


Hari ini Gereja Kudus bersukacita karena memperingati para malaikat pelindung (guard angel). Malaikat pelindung adalah malaikat yang kita yakini melindungi kita dalam perkembangan dan seluruh perjalanan hidup kita.  Gereja Katolik, sangat menekankan agar menambahkan nama kudus (sebagai pelindung) kepada anak-anak yang akan dibaptis. Maksudnya adalah agar sang santo/a yang dipakai sebagai nama pelindung meyertai dan mendoakan segenap perjalanan hidup mereka.
           Dalam bacaan pertama, Nabi Baruk menubuatkan tentang pertobatan atas ketidakperdulian orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem terhadap firman Tuhan, bahkan mereka berpaling kepada allah lain. “Memang kami telah berdosa: kami tidak taat kepada-Nya, dan tidak mendengarkan suara Tuhan Allah kami, untuk mengikuti segenap ketetapan Tuhan yang ditaruh-Nya di hadapan kami.” Dalam Injil, Yesus mengecam beberapa kota yang tidak mengindahkan pewartaan Yesus. Iijil adalah Sabda Allah, maka hendaknya jangan diperlakukan sebagai pesan manusia belaka. Ada akibat besar bagi mereka yang menutup telinga dan hati terhadap pewartaan Kerajaan Allah. Yesus mengecam kota-kota yang keras kepala di Galilea, yang menjadi pusat pewartaan-Nya. Misalnya Korazim dan Batsaida tidak akan lebih baik daripada Sodom. Dan Kapernaun yang berbangga  “sebagai markas” besar Yesus di Galilea  sama sekali tidak mengambil pelajaran dari warisan Yahudi yang disiapkan untuk kedatangan Mesias. Justru Tirus dan Sidon, kota-kota kafir yang akan mampu membaca tanda-tanda Kerajaan Allah.
       
         Pesan yang dapat kita ambil dari bacaan-bacaan hari  ini yaitu kita harus terbuka terhadap pewartaan. Tempat dan latar belakang seseorang tidak menjadi ukuran keselamatan. Apakah kita akan menjadi orang yang akan menyerukan pertobatan dan janji Kerajaan Surga, sementara kita tidak pernah bertobat dan melangkahkan kaki untuk mencapai kerajaan Allah? Marilah kita tidak berlaku seperti agen-agen bus yang ada di tempat perhentian mobil. Ia berusaha mengarahkan orang (dengan berteriak-teriak, misalnya Sibolga..Sibolga…! atau Medan…Medan..) untuk masuk dan memilih mobil yang akan ditumpangi para penumpang agar sampai ke tempat tujuan, namun ia sendiri tidak pernah ikut masuk ke dalam mobil itu. Ia hanya menunjuk jalan atau sarana kepada orang, sementara ia tinggal di tempatnya saja. Jangan-jangan sikap demikian juga merambah di dalam diri atau bahkan komunitas kita. Kita menyerukan agar mengikuti Yesus, sementara kita tidak mengenal Yesus sama sekali. Tidak sedikitpun ajaranya menyentuh dan menjadi pedoman hidup kita. Melalui baptisan kita semua diberi tugas untuk mewartakan Kerajaan Allah. Sebagai langkah awal, kita hendaknya menghidupi apa yang akan kita wartakan kepada orang lain. Yesus mengharapkan partisipasi pewartaan Kerajaan Allah dengan iman dan perbuatan. Bukan menyelidiki dan mencari asal muasal seorang pewarta. Marilah kita bertobat untuk mendengarkan Kabar Sukacita Injili dari siapa pun. Karena seorang yang pernah berdosa pun masih bisa menyerukan kebikan dan kebenaran. Bahkan kota Tirus dan Sidon sekalipun, kota-kota orang kafir mampu membaca tanda-tanda Kerajaan Allah. Seorang yang berdosa tidak selamanya menjadi pendosa. Gereja maha murah. Di dalam Gereja ada pengampunan dosa. Maka pertobatan salah satu tujuan dari pewartaan Yesus.  Di dalam Kitab Suci, kita dapat menemukan bentuk dan inti dari Pewartaan Yesus. Dengan membaca Kitab Suci kita memulai langkah untuk mewartakan Kerajaan Allah. Setelah membaca Kitab Suci ingatlah ungkapan ini

“Apa yang kamu baca, renungkanlah! Apa yang kamu renungkan, hidupilah! Apa yang kamu hidupi, wartakanlah!”

(Fr. Bonaventura Tamba OFM Cap)

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting