Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Mulai Dari Hal-Hal Kecil (Luk 13:18-21)

Seorang mahasiswa sedang sibuk mengerjakan skripsinya, karena sungguh merasa dongkol, dia mencoba mencari hiburan dengan menonton televisi. Dia sangat hobbi dengan olah raga balapan, maka dia menonton balapan sepeda motor Gp, ketika menonton pertandingan itu, dia hanya menyoroti salah seorang dari peserta balapan itu karena peserta itu adalah sang idolanya. Karena sungguh tertarik melihat gaya dan kehebatan sang idolanya itu, tiba-tiba muncul pemikiran dalam hatinya bahwa dia pasti bisa seperti sang idolanya itu. Maka tanpa pikir panjang, dia bergegas menuju sepeda motornya dan pergi mempraktekkan sebagaimana yang dia lihat dalam tayangan televisi itu. Begitulah dia setiap hari latihan, latihan dan latihan dengan harapan bisa seperti sang idolanya, hingga tugasnya pun baik di rumah maupun dari kampus di lalaikan bahkan makan sekalipun terkadang lupa. Suatu hari, ketika dia latihan di sekitar kosnya, seorang anak sedang berlari mengejar bola ke arah jalan tersebut. Apa yang terjadi, karena berusaha menghindari anak itu,
 akhirnya dia mendapat piala yang mengerikan, semua jadi sia-sia, skripsi tidak selesai dan rencana cemerlang itu juga tidak tercapai, malahan justru mendapat kerugian.
Dalam Injil hari ini berkisah mengenai kerajaan Allah seumpama dengan biji sesawi dan ragi. Apa hubungan Kerajaan Allah dengan biji sesawi dan ragi? Sesuatu yang sangat kecil dan mungkin tidak terlalu diperhatikan. Biji sesawi memang sangat kecil dibandingkan dengan biji-biji yang lainnya, tetapi ketika biji itu ditanam, ia akan berkembang menjadi pohon yang sangat besar. Demikian juga halnya dengan ragi, yang tidak memiliki arti jika dia tetap sebagai ragi, tetapi ragi akan sangat berarti jika bisa membuat roti berkembang dan besar.
Dalam keseharian kita, kerap kali  kita membuat suatu rencana yang cemerlang yang barang kali sulit dilakukan. Tetapi karena ambisi kuat akhirnya dilakukan  hingga melupakan hal-hal yang kecil, melupakan apa yang seharusnya kita lakukan, tugas-tugas, dan hal-hal konkret lainnya. Menjadi pertanyaan, apa yang  harus saya lakukan? Apa yang menjadi menjadi prioritas saya? Menjadi seorang anak, saya harus membantu dan patuh kepada orang tua, menjadi seorang pelajar, saya harus belajar dengan baik, menjadi orang tua , saya harus mendidik anak menjadi manusia yang baik, beriman dan bermoral, dan masih banyak contoh-contoh lain. Barang kali hal seperti ini sangat sepele, sangat kecil, tetapi jikalau ini dilakukan pasti akan mengasilkan nilai yang baik yang sifatnya membangun baik diri sendiri maupun masyarakat  dan pujian bagi Tuhan. Kalau kita mampu melakukan hal-hal yang kecil, kemungkinan besar kita mampu melakukan hal-hal yang besar. Sebaliknya juga, kalau hal kecilpun tidak bisa kita lakukan, bagaimana kita bisa melakukan hal-hal yang besar!
Menjadi pertanyaan bagi kita, setiakah kita melakukan hal-hal yang sederhana, kecil, hina dimata orang lain?
 Sesuatu yang sangat dan tidak diperhatikan, tetapi dalam daya dan kekuatannya ia dapat berefek  dalam kehidupan menjadi suatu yang besar..

Fr. Raymundus Simamora OFM cap

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting