Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Kebaikan vs Kejahatan (Luk11:15-26)


 Pengalaman manusiawi kita menyatakan bahwa kadang kala kita tidak senang atau tidak suka dengan kelebihan prestasi atau kesuksesan orang lain. Kita kadang mudah terbawa oleh rasa cemburu dan iri hati terhadap keahlian seseorang. Begitulah kisah Yesus yang kita dengarkan dalam Injil pada hari ini. Memang dari sebagian banyak orang terpesona menyaksikan Yesus yang melakukan mukjizat dan juga keberhasilan Yesus dalam mengusir raja setan yang disebut Beelzebul itu. Namun sebagian orang lagi yang ada disekitar Yesus  merasa jengkel dengan perbuatan mukjizat itu. Mereka tidak suka atau tidak senang melihat Yesus. Hasil dari kebaikan dan keberhasilan Yesus memberi tuduhan dari orang banyak bahwa Yesus bersahabat dengan setan, dan seolah-olah yang dilakukan Yesus adalah kejahatan. Namun Yesus manjawab tuduhan dan mengatakan bahwa Dia mengalahkan kuasa setan itu dengan kuasa Allah. Melihat keterangan yang diberikan orang banyak timbul pertanyaan apakah Yesus mungkin melakukan itu?  Padahal dari semua yang dilakukan Yesus tujuannya supaya kita bertobat, dan melakukan hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya kita melakukan kebaikan dari pada kita mendukung kejahatan. Sebenarnya mengapa orang tadi bisa dirasuki setan? Intinya hanya satu, disaat hati seseorang itu kosong dan hampa, akan mudah dimasuki kejahatan. Hati yang kosong dari orang yang disembuhkan tadi dimasuki oleh setan dan merusak jiwa orang tersebut. Oleh sebab itu, jangan kita biarkan hati kita kosong dan tandus, kita hendaknya senantiasa mengisi hati kita dengan doa. Dengan doa kehadiran kuasa Allah bekerja di dalam hati kita. 

Fr. Yosafat Habeahan OFM Cap

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting