Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Setia Memanggul Salib (Yoh 3:13-17)

Hari ini Gereja sedunia merayakan pesta salib suci, yaitu salib Yesus Kristus sendiri. Bagi orang Yahudi salib adalah penghinaan. Mengapa disebut penghinaan? Karena bagi orang Yahudi salib adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang berdosa, jahat, dan yang pantas mendapat hukuman mati. Bagi orang Yunani, salib adalah kebodohan. Disebut kebodohan karena mereka berpikir “masakan seorang Raja mati di kayu salib”. Sedangkan bagi orang-orang Kristen salib adalah kemenangan, karena di sanalah Yesus menebus dosa umat manusia. Dia merelakan diri-Nya secara total: menderita, sengsara, dan wafat. Sekalipun sebagai seorang Raja, namun Ia mau merendahkan diri sama seperti manusia.
            Sebagai umat Kristiani yang telah diselamatkan, kita juga mempunyai salib masing-masing. Salib yang dimaksud di sini bukanlah seperti kayu salib yang dipanggul oleh Yesus pada waktu itu,
melainkan beban hidup yang kita hadapi setiap hari. Salib itu harus kita panggul. Memang berat, namun ketika kita setia memanggulnya, saat itu jugalah kita merasakan kelegaan dan kedamaian bersama-Nya. Yesus telah terlebih dahulu memanggul salib kita, dan sekarang kita juga harus memanggul salib kita masing-masing.
            Pada awalnya salib itu adalah penghinaan, kebodohan, tetapi kemudian menjadi kemenangan kekal, yang tak akan pernah terpadamkan.

Cinta bukanlah cinta bila tidak melayani dan tidak berkorban


(Fr. Vinsensius Simbolon OFM Cap)
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting