Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Pengutusan Para Murid (Luk 9:1-6)

Penanggalan Fransiskan: Peringatan Wajib St. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam. (Dalam kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan (Padre Pio)

Doa Khusus untuk Padre Pio
    Bapa Yang Mahabaik dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyurkan santo Padre Pio pada kekudusan sejati berkat kesetiaan pada- Mu. Semoga berkat doa dan teladannya, membawa kami untuk berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan memperoleh kemuliaan sejati. Dengan perantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Renungan
   Saudara/i dalam Tuhan. Hari ini hari Rabu tanggal 23 Pekan Biasa ke-25.
Saya ingin mengajak anda untuk berefleksi tentang pengalaman menjadi murid yang berani di tengah yang lain.
Membaca kisah Injil pada hari ini, saya terbawa pada kisah orang-orang Homo Viatur. Homo Viatur adalah orang-orang berjalan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Prinsip hidup mereka teguh, tegas dan jelas bahwa tidak ada yang abadi di dunia yang sementara ini itulah prinsip orang-orang Homo Viatur. Semua akan berubah dan berlalu. Meminjam kata Pengkotbah “segala sesuatu ada waktunya dan segalanya akan indah pada waktunya” orang- orang Homo Viatur, hidupnya berpindah-pindah. Mereka tidak punya rumah yang tetap, maka memudahkan hidup mereka untuk tidak memiliki barang yang banyak dalam perjalanan.

Pesan Injil
    Pesan Yesus kepada para murid yang mengarah ke sana. Karena semua kita adalah murid-murid yang sedang menggembara di bumi ini, seperti orang-orang Homo Viatur, kita juga menerima tugas yang sama seperti para murid, apa yang hendak kita bawa dalam perjalanan peziarahan di dunia yang sementara ini? yang jelas adalah bawalah hati manusia, biarlah Roh Kudus Tuhan, berhembus masuk dalam setiap langkah dan memberikan tenaga dan kuasa buat kita dalam perjalanan kita menuju kehidupan yang kekal.
  
Saudara/i dalam Tuhan.
Manusia punya kecenderungan untuk menimbun barang atau harta benda. Dengan mudah bisa kita buktikan hal ini. Banyak orang punya kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai karena khawatir suatu saat nanti akan bisa digunakan. Hasilnya adalah rumahnya penuh dengan barang-barang bekas. Hal ini mungkin menjadi kebiasaan kita juga. Kita bisa rasakan betapa susahnya ketika harus pindah rumah. Kita akan sakit kepala mensortir barang-barang yang tidak berguna dan mulai sibuk menjualnya atau membagi-bagi kepada orang lain.
Apa yang kita cari di dunia ini ? Kualitas apa yang kita utamakah dan kejar dalam seluruh keseharian? Jika kita utamakan dan kejar adalah uang, maka kualitas nilai diri kita sama dengan hasil uang yang kita peroleh. Jika barang yang kita utamakan dan kejar, maka kualitas nilai diri kita sama dengan jumlah barang yang kita peroleh. Jika pangkat dan jabatan yang kita utamakan dan kejar, maka kualitas nilai diri kita utamakan adalah pangkat dan jabatan, tetapi jika Tuhan yang kita utamakan dan kejar maka kita akan memperoleh dan mendapatkan segalanya. Injil hari ini mengajar para murid agar dalam perjalanan tugasnya sebagai murid jangan terlalu membawa barang-barang berlebihan. Hidup harus ugahari, secukupnya saja, dan kita dituntut untuk tidak terikat pada semua barang duniawi. Hal ini tentu tidak mudah karena kadangkala dorongan manusiawi kita memang membeli barang baru, koleksi, dan mengumpulkan barang-barang yang kadang tidak berguna.
Pada akhirnya kita menghadap Tuhan tanpa membawa apa-apa. Kita tidak ditanya harta benda kita di pintu surga. Mungkin yang ditanya adalah sejauh mana kita sudah berbuat kasih kepada sesama. Maka meminjam istilah Injil “Carilah Kerajaan Allah semua akan ditambahkan” Amin. (Fr. Damianus Fernando Tilman OFM Cap)






Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting