Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

“Mesias Anak Allah” (Luk 9:18-22)

  Seorang wanita Kristen sedang mengadakan perjalanan bisnis dengan menggunakan pesawat terbang. Perjalanan seperti itu selalu membuatnya gugup, sehingga ia selalu membawa Alkitab untuk dibaca dan membantunya rileks. Pada penerbangan kali ini, ia duduk di samping seorang pria. Saat si pria melihat wanita ini membaca Alkitab, sempat ia tertawa kecil, lalu kembali melakukan aktivitasnya.  Beberapa saat kemudian, ia bertanya kepada wanita itu, “Anda tidak benar-benar percaya dengan semua cerita yang ada dalam Alkitab itu, kan?” Jawab wanita itu, “Tentu saja saya percaya semuanya. Inikan Alkitab!” “Kata si pria, “Baiklah, bagaimana tentang cerita pria yang ditelan ikan paus?” Jawab wanita itu, “Oh, Yunus! Ya, saya percaya itu. Semuanya itu tertulis dalam Alkitab.” Si pria bertanya lagi, “Menurut anda, bagaimana cara Yunus mampu bertahan di dalam perut ikan paus?” “Wah, saya nggak tahu. Nanti kalau saya sudah di surga akan saya tanyakan kepadanya,” jawab wanita itu. “Tapi … bagaimana kalau ia nggak ada di surga?” Tanya pria dengan nada mengejek. Jawab wanita ini dengan santai, “Oh … kalau begitu anda saja yang menanyakan nanti!”

    Identitas diri merupakan salah satu hal yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Dikenal orang berarti ada kemungkinan kita disenangi dan dicintai orang lain. Sebaliknya, jika kita tidak mengenal mengenal identitas seseorang barangkali kita akan bertanya-tanya tentang, latar belakang keluarga, pekerjaan dan pendidikannya. Dalam pri-bahasa Indonesia dikatakan “Tidak kenal maka tak sayang“. Injil pada hari ini berbicara tentang “Mesias Anak Allah” Kata Mesias ini merupakan ungkapan dari salah satu murid, Simon Petrus. Simon merupakan salah satu murid yang selalu setia mengikuti Yesus, pengalaman-pengalaman selama mengikuti Yesus membuat imannya semakin kuat dan dekat dengan Yesus. Yesus yang datang ke dunia bukan hanya mewartakan Kerajaan Allah tetapi juga mengadakan tanda dan mujizat di tengah-tengah masyarakat.
Yesus yang diutus Bapa-Nya hidup bersama dengan orang banyak, baik itu yang percaya kepada Dia maupun yang tidak percaya. Dalam Injil hari ini, Yesus bertanya kepada para murid, menurut orang banyak siapakah Aku ? Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia dan seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Sesudah Yesus mendengar jawaban dari para murid, Dia melarang mereka memberitahukan kepada orang banyak segala sesuatu yang dilakukan Yesus. Tujuan Yesus melarang mereka ialah untuk menghindari hal-hal sulit bagi para murid menerima Mesias harus menderita. Mengikuti Yesus merupakan hal yang sangat sulit jika hal itu dilakukan dengan hati yang tidak bulat. Mengikuti Yesus berarti harus siap hidup bersama Dia, menderita bahkan ditolak orang banyak.  Jika kita sungguh-sungguh mengikuti Dia, maka kitapun akan semakin sama dengan Dia. Pengalaman jatuh bangun Simon Petrus mengikuti Yesus dapat kita teladani. Kesetiaannya membuat dia semakin mengenal pribadi Yesus. Secara pribadi Yesus adalah Juru Selamat bagi saya, Dialah segala-galanya untukku. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus. Bagi kamu siapakah Yesus itu ? bagamana kamu meneladani Dia dalam hidupmu sehari-hari ? (Fr. Thomas Lumban Gaol OFM Cap)
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting