Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Dengan Menjadi Saksi Kristus, Aku Telah Memilih Jalan Tuhan (Lukas 9:57-62)


Dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya dalam perkembangan zaman sekarang  banyak di suguhkan tawaran-tawaran yang memikat hati dan menyenangkan. Sebagai anak tentu sangat baik bercita-cita melakukan segala yang terbaik bagi keluarga. Sebagai bagian dari suku atau ras sangat baik mengikuti dan melaksanakan adat kebiasaan yang berlaku dalam suku maupun ras  sebab semua itu adalah bagian dari hidup kita. Perkembangan zaman juga perlu kita ikut demi perkembangan kita. Sebagai orang Kristen, kita diminta menjadi rasul, menjadi pewarta, saksi di tengah-tengah keluarga, lingkungan masyarakat. Menjadi pewarta kabar gembira adalah tugas kita sebagai orang Kristen. Semua sudah tersedia, kita tinggal memilih mana yang terbaik untuk hidup kekal.
Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan menuju Yerusalem berjumpa dengan orang-orang yang simpatik terhadap Yesus. Mereka berniat untuk mengikuti Yesus, namun ada syarat yang diberikan tiga orang tersebut. Kata orang yang pertama; Aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi. Orang yang kedua mengatakan demikian; Aku akan mengikuti Engkau tetapi izinkan aku pergi dahulu menguburkan bapaku. Orang yang ketiga mengatakan; Aku akan mengikuti Engkau tetapi izinkan akan dahulu pamitan dengan keluargaku.    
Orang yang ketiga sebenarnya memilki alasan yang luhur “izinkan aku mengubur ayahku”. Ia ingin memenuhi kewajiban yang luhur bagi ayahnya yaitu dengan menguburkannya dengan pantas. Dia sungguh menunjukkan dirinya sebagai seorang Yahudi yang taat akan hukum. Pamitan dengan keluarga juga hal yang patut di puji karena memberi hormat kepada orangtua. Bagi Yesus perilaku mereka itu sebenarnya baik, tetapi Yesus ingin mereka melepaskan keterikatan itu. Bagi Yesus menjadi pengikut-Nya berarti melepaskan segalanya demi kerajaan Allah. Pergi memberitakan injil dengan hati yang bebas tanpa terhalang oleh hal-hal yang berbaur duniawi yang sangat menguntungkan sekalipun. Pilihan utama yang harus diambil bukan demi keluarga tetapi demi kerajaan Allah. Kerajaan Allah harus menjadi yang utama dari segalanya. Mengikuti Yesus berarti harus melepaskan diri dari berbagai ikatan yang memberi keamanan dan ketenteraman.
Ketiga orang yang tidak disebut namanya sesungguhnya punya kerinduan untuk mengikuti Yesus, tetapi mereka tidak bisa memilih mana yang terbaik untuk hidupnya di masa depan. Keraguan itu disebabkan adanya kelekatan diri dengan keluarga dan juga mungkin dengan harta, dan kenikmatan-kenikmatan lain. Akhirnya mereka tidak mampu memilih yang terbaik untuk hidupnya. Mereka ingin mengikuti Yesus dengan setengah hati, mengikuti Yesus dengan hati mendua. Bagi Yesus pribadi macam ini tidak layak untuk kerajaan Allah. Yesus menginginkan supaya mereka mengikuti Dia dengan sepenuh hati. Yesus ingin mereka menjadi murid-Nya yang sejati. Mengikuti Yesus berarti menuntut ketaatan secara total, meninggalkan usaha keluarga dan harta warisan keluarga, ambil bagian dalam penderitaanya sebagaimana dilakukan keduabelas rasul dan juga para Santo-Santa dan Beato yang dikenang oleh Gereja Katolik. 
Menjadi pengikut Yesus harus seperti pembajak yang melayangkan pandangannya ke depan, mempersiapkan segala sesuatu yang penting untuk membajak. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Flp 3:13 mengatakan; Aku melupakan apa yag dibelakangku dan menyerahkan diri pada yang di hadapanku dan berlari kepada satu tujuan yaitu memperoleh hadiah yaitu panggilan surgawi dari Allah Kristus Yesus. Artinya berani meninggalkan pilihan-pilihan yang lain demi mendapat hadia yang tidak dapat binasa yaitu Kerajaan Allah.
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem kiranya menjadi peziarahan hidup kita menuju Kristus. Di jalan itu tentu banyak tantangan, pilihan-pilihan yang mengugah hati membuat kita larut dalam kenikmatan itu, atau mungkin membuat kita jatuh. Di jalan menuju Yerusalem surgawi Yesus mengingatkan kita untuk membuat pilihan yang tepat yaitu mengikuti Yesus dengan sepenuh hati. Mengikuti Yesus berarti berani bersaksi di tengah-tengah dunia, likungan masyarakat dan keluarga kita. Datangannya kerajaan Allah sudah mendesak harus diwartakan kepada semua orang. Tidak ada pilihan lain, selain menjadi saksi Kristus lewat hidup, kata, perbuatan, tindakan. Sudah saatnya kita sebagai orang Kristen melayangkan pandangan kepada masa yang akan datang. Bukan melulu pada masa lampau. (Fr. Kasimirus Sitompul, OFM Cap)
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting