Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Aku juga Berdosa (Luk 6: 39-42)

Manusia dalam dirinya sendiri pasti memiliki kesalahan. Tiada satu orang pun manusia yang sempurna adanya. Hari ini Yesus mau membuka mata  kita agar beralih dari sikap merendahkan atau bahkan menghakimi sesama yang kita anggap berdosa. Seringkali kita menilai orang lain dengan sangat mantap dann memaparkan kesalahannya kepada orang lain. Namun, apakah kita pernah melihat diri kita sendiri dengan segala kekurangan dan keterbatasan kita?
“Selumbar di mata orang lain dengan jelas kita lihat, tetapi balok di mata kita sendiri tidak kita ketahui”, ungkapan ini merupakan teguran keras kepada kita manusia yang sering menjadi hakim bagi sesama. Bagaimana kita  mau mengeluarkan selumbar dari mata orang lain, padahal balok di dalam mata kita tidak kita keluarkan terlebih dahulu, hal itu sulit untuk diterima. Menyadari kelemahan dan mengubah diri terlebih dahulu merupakan langkah yang sangat tepat sebelum menegur orang lain. Dengan demikian kita belajar untuk rendah hati dan semakin dewasa dan berkembang dalam iman.
Sadar akan keterbatasan membuat kita semakin maju dan berkembang. Kita tidak perlu menjadi hakim untuk sesama kita, karena hanya ada satu pembuat hukum dan hakim ialah Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus. Kita semua adalah saudara yang harus saling menuntun dan memberi teladan dalam hidup sehari-hari, sehingga kita menjadi saksi kerendahan hati seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri. Apakah kita mau menjadi rendah hati dihadapan sesama? (Fr. Gabriel Simatupang OFM Cap)

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting