Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Hebatnya Kata-kata Yesus, Roh Jahat Tunduk Pada-Nya (Luk 4:31-37)

Pengantar
Ritual pengusiran setan merupakan peristiwa biasa di wilayah Palestina maupun di Timur Tengah kuno dan daerah sekitarnya. Banyak orang merasa cukup kuat dan pandai untuk menaklukkan orang-orang yang kerasukan setan. Di Timor-Leste, khusunya di daerah saya ada kemiripan dengan ritual pengusiran setan yang hampir mirip. Awalnya orang terdapat kerasukan setan di bawah ke sebuah rumah khusus seorang dukun dianggap pandai bisa mengeluarkan roh jahat dari tubuh seseorang. Sang dukun mendupai sang korban sambil berjalan keliling dengan menyampaikan mantra (doa singkat), lalu disiram dengan air biasa, memang benar terbukti, tiba-tiba sang korban terbangun dan berbicara seperti normal.
Dalam cerita Lukas bagaimana unsur-unsur aneh ini tidak disinggung oleh Yesus bahkan Yesus tidak mengucapkan kata-kata atau mantra seperti yang dilakukan seorang dukun di atas dalam menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Apa yang dapat kita pikirkan, mengapa di rumah ibadat justru terdapat orang yang kerasukan setan? Perubahan apa yang terjadi ketika Yesus diterima dalam pengajarannya?


Ulasan Teks   
    Setelah ditolak di Nazaret, Yesus melanjutkan pelayanan-Nya ke Kapernaum di daerah Galilea. Berbeda dengan di Nazaret, di Kapernaum Yesus diterima dengan baik. Bahkan dikatakan pada hari-hari Sabat (suatu intensitas yang terus-menerus), Ia mengajar di rumah-rumah ibadah. Dan penduduk di sana dengan antusias menerima pengajaran-Nya. Kisah perutusan Yesus di Kapernaum dilukiskan oleh penginjil Lukas dan menampilkan dapatnya karya Yesus di sana.    Kegiatan-kegiatan ini menjadi kegiatan rutin Yesus dalam seluruh masa hidupnya di depan umum. Kita tidak dapat menjelaskan secara rinci berapa luas Yesus di Kapernaum. Namun dari keterangan di ayat 37, rupanya Yesus cukup lama di daerah tersebut. Lama dan tingkat keberadaan seseorang di suatu daerah bisa dilihat dari seberapa jauh ia dikenal di daerah tersebut dan juga ditentukan lewat aktivitasnya



Refleksi
Seringkali orang berpikir bahwa rumah ibadat itu hanya menjadi tempat untuk mempelajari taurat, menyembah Tuhan, melakukan kurban dan semua yang bersifat ritual. Pemahaman demikian sangat mempersempit hakekat rumah ibadah atau gereja hari ini. Ternyata di jaman Tuhan Yesus, bahkan ada orang yang kerasukan setan pun masuk dalam rumah ibadat. Artinya memang di rumah ibadah seharusnya tempat perjumpaan berbagai macam orang dengan segala problematikanya dengan Yesus.
Terlepas dari apa yang menjadi motivasinya atau mungkin ia hanya sekedar ingin tahu siapa Yesus, kehadiran orang yang kerasukan setan di rumah ibadat itu mengantar dia pada pembebasan yang sangat berarti, yaitu dia diselamatkan dan dibebaskan dari belenggu kuasa setan. Dalam ayat 33 dikatakan ada orang yang kersukan setan berteriak dengan suara keras. Kita bisa bayangkan, betapa menjadi problem kehadiran dia di rumah ibadah. Orang lain menjadi terganggu, tetapi dia sendiri tersiksa karena tidak tahan dengan kemahakuasaan Tuhan Yesus. Persoalan ini harus diselesaikan. Untuk menyelesaikan persoalan itu membutuhkan penerimaan terhadap kehadiran Tuhan Yesus. Dan orang-orang Kapernaum telah menerima kehadiran Kristus.
Sekalipun iblis selalu tidak suka akan kehadiran Yesus, tetapi karena orang-orang Kapernaum menyukai kehadiran Yesus, maka iblis tidak lagi mendapat tempat di sana. Ketika Yesus menghardik (membentak dengan suara keras) setan yang mencoba menentang kehadiran Yesus menjadi kalah dan meninggalkan orang yang dirasukinya. Otoritas/kewibawaan Yesus akan dinyatakan jika manusia mengijinkan-Nya untuk bertindak. Ketika otoritas Yesus bekerja dengan leluasa dan disertai dengan kesediaan kita menerimanya maka terjadi suatu perubahan yang memulihkan dan menyelamatkan.
Hidup di alam modern banyak sekali setan-setan yang berkeliaran. Dengan cara apa perlu diusir dan dicegah agar tidak merasuk di tengah hidup orang yang kurang percaya. Di tengah zaman yang serba canggih, computer, internet, yang mempesonakan, mudah membuat orang terjerumus pada penyembahan-penyembahan, kepercayaan yang tidak jelas lagi imannya, tetapi alangkah seringnya kita pun dirasuki dan dikuasai oleh perbagai takhyul, jimat, magic, sihir dan sebagainya. Bila kita masukan kisah Para Rasul dengan agak teliti, “kita dapat melihat bahwa takhyul dan aneka kepercayaan yang bukan-bukan yang menghantar perkembangan iman Kristen. Para rasul memerangi kepercayaan-kepercayaan itu dengan kisah tentang pengusiran setan yang dikerjakan Yesus di masa hidupnya.

Kita mungkin sangat merindukan ada suatu pemulihan dalam hidup pribadi maupun keluarga. Yang selama ini terasa ditekan, dihimpit, dibelenggu atau bahkan dikuasai oleh seribu satu macam persoalan. Atau mungkin kita merasa ada kuasa lain yang mengintimidari kehidupan pribadi maupun keluarga kita.  Jangan hadapi sendiri, ada Yesus dengan otoritas-Nya yang sanggup membebaskan dan menyelamatkan kita dari semua itu. Bagian kita adalah membuka diri dan hati seluas-luasnya dan mengijinkan Dia menghardik semua belenggu itu. Artinya berpihaklah kepada Dia dan ijinkan Dia untuk berkuasa atas seluruh hidup dan problematika kita, niscaya kita akan bebas dan merdeka oleh otoritas-Nya.

Kemanakah kita mencari kasih sejati, kemanakah kita berlari saat badai datang menderu. Yang kita tahu hanya Yesus yang sanggup pulihkan segala sesuatu. kita butuh Yesus dalam hidup kita.
(Fr. Damianus Tilman, OFMCap)


Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2017. Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting